Edition 162/XV/2014
 Search    Edition
Cari Artikel
 
Select Edition     
 

Berbagi Posdaya Dengan Sahabat
Awal bulan ini, Kepala BKKBN, dr. Sugiri Syarief, MPA., disertai para pejabat terasnya, juga Ketua dan Deputi Yayasan Damandiri, Prof. Dr. Haryono Suyono dan Drs. Mazwar Nurdin, berada di Kampala, Uganda. Para pejabat tersebut menghadiri pertemuan internasional yang digelar oleh Partners in Population and Development. Pertemuan internasional yang dihadiri oleh para pejabat bidang kependudukan dan pembangunan dari negara-negara Selatan-Selatan, atau negara-negara non blok dan banyak sekali lembaga donor internasional tersebut membahas pembangunan terpadu yang bertumpu pada manusia.
Selengkapnya...PDF

ICPD Beyond 2014 Review in Indonesia
Inspirasi Suksesnya Pembangunan Keluarga Indonesia

Kerja sama antara Badan Kependudukan Nasional dan Keluarga Berencana (BKKBN) dengan United Nations Population Fund (UNFPA) ternyata mempunyai peranan penting bagi Indonesia. Pasalnya, Indonesia akan memiliki gambaran yang lebih jelas posisinya dalam upaya mencapai target-target dan sasaran Millennium Development Goals (MDGs) pada 2015. Itulah sebabnya, pada Jum’at, 25 Mei 2012 lalu BKKBN dan UNFPA menggelar acara Launch of the International Conference on Population and Development (ICPD)Beyond 2014 Review In Indonesia.
Selengkapnya pdf

PAK SOEWARDJONO LUNCURKAN BUKU
Pak Soewadjono Surjaningrat, Kepala BKKBN Pusat yang pertama, 1970-1983, yang berulang tahun ke 85 pada tanggal 3 Mei 2008 yang lalu, meluncurkan buku biografinya. Peristiwa penting itu mengambil tempat di Hotel Ambara, Jakarta, pada hari Kamis 24 Mei 2008. Buku biografi yang diberi judul "Mengabdi tugas kemanusiaan" itu persiapan dan penerbitannya disponsori oleh Kepala BKKBN Dr. Sugiri Syarief, MPA. Peluncuran buku itu dihadiri oleh Kepala BKKBN yang kedua, Prof. Dr. Haryono Suyono, Kepala BKKBN yang ke enam, Dr. Sumaryati Aryoso SKM, dan Kepala BKKBN yang ke tuju, Dr. Sugiri Syarief MPA. Disamping itu hadir pula mantan Sekretaris Jendral Departemen Kesehatan, Drs. Sukaryo, mantan Dirjen Depkes Dr. Broto Wasito, sahabat dan teman-teman lama Dr. Soewardjono dari lingkungan BKKBN maupun dari lingkungan Departemen Kesehatan. Hadir pula pimpinan ulama dari berbagai agama yang aktif membantu pengembangan program KB dewasa ini.

PAK SOEWARDJONO LUNCURKAN BUKU
Pak Soewadjono Surjaningrat, Kepala BKKBN Pusat yang pertama, 1970-1983, yang berulang tahun ke 85 pada tanggal 3 Mei 2008 yang lalu, meluncurkan buku biografinya. Peristiwa penting itu mengambil tempat di Hotel Ambara, Jakarta, pada hari Kamis 24 Mei 2008. Buku biografi yang diberi judul "Mengabdi tugas kemanusiaan" itu persiapan dan penerbitannya disponsori oleh Kepala BKKBN Dr. Sugiri Syarief, MPA. Peluncuran buku itu dihadiri oleh Kepala BKKBN yang kedua, Prof. Dr. Haryono Suyono, Kepala BKKBN yang ke enam, Dr. Sumaryati Aryoso SKM, dan Kepala BKKBN yang ke tuju, Dr. Sugiri Syarief MPA. Disamping itu hadir pula mantan Sekretaris Jendral Departemen Kesehatan, Drs. Sukaryo, mantan Dirjen Depkes Dr. Broto Wasito, sahabat dan teman-teman lama Dr. Soewardjono dari lingkungan BKKBN maupun dari lingkungan Departemen Kesehatan. Hadir pula pimpinan ulama dari berbagai agama yang aktif membantu pengembangan program KB dewasa ini.

Siapkan SDM Berkualitas Sambut Bonus Demografi
Guna menghadapi datangnya bonus demografi pada tahun 2020-2030, pemerintah Indonesia mulai saat ini harus mampu menyiapkan SDM berkualitas dan andal melalui berbagai kesiapan pembekalan, seperti pelatihan keterampilan dan wirausaha.
Bonus demografi yaitu melimpahnya jumlah penduduk produktif usia angkatan kerja (15-64 tahun) mencapai sekitar 60 persen atau mencapai 160-180 juta jiwa pada 2020, sedang 30 persen penduduk yang tidak produktif (usia 14 tahun ke bawah dan usia di atas 65 tahun) yang akan terjadi pada tahun 2020-2030.
Selengkapnya...PDF

Harganas 2011 Momentum Keluarga Bersatu Padu
Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang diperingati setiap tanggal 29 Juni menjadi momen berkumpulnya seluruh anggota keluarga untuk saling berkasih-sayang. Bertepatan dengan hari libur nasional dan libur sekolah, Harganas XVIII tahun 2011 yang dipusatkan di Kabupaten Bandung Barat, Jabar, menjadi waktu yang pas untuk menggaungkan kembali semangat membangun keluarga.
Selengkapnya pdf

Partisipasi Lansia dalam Posdaya
Pertumbuhan jumlah penduduk lanjut usia Indonesia akan meningkat jumlahnya setara dengan jumlah penduduk usia muda pada 2050, yaitu sebesar 50 juta. Apabila tidak ada upaya memberdayakan penduduk lansia, keberadaan mereka bisa menjadi beban dan semakin tersisih dari kehidupan bermasyarakat. Kita pasti tidak menginginkan hal ini terjadi. Dalam upaya mencari model tepat bagi pemecahan masalah-masalah lansia, pada 11 Juni 2007 telah digelar Workshop Internasional yang menghadirkan ahli-ahli kependudukan nasional maupun internasional.
Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF

Gerakan Bantul Bangkit Inspirasi Bagi Daerah Lain
Gempa bumi yang telah melunluhlantakan Bantul pada 26 Mei 2006 lalu, dan menelan korban meninggal 800 orang lebih itu tidak membuat masyarakat kabupaten ini larut dalam penderitaan. Bahkan sebaliknya, masyarakat bantul bangkit dengan ketegaran. Secara bersama-sama dengan penuh kesadaran untu bergerak membangun tempat tinggal dan memulai kerja baru. Kebangkitan masyarakat Bantul bisa menjdai inspirasi masyarakat Indonesia lainnya yang terkena bencana.

Agar KB Berhasil Seluruh Keluarga Ikut KB
Pertumbuhan penduduk Indonesia terbilang tinggi. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun mengisyaratkannya dengan "lampu kuning". Ini artinya nyaris melampui ambang batas tidak wajar. Diprediksikan setiap tahunnya jumlah penduduk bertambah sekitar 3-4 juta jiwa (1,3 persen jumlah total penduduk). Parahnya lagi, jika program KB tidak berhasil, jumlah penduduk Indonesia bakal mencapai angka 264 juta jiwa pada 2015 mendatang.

Prof Haryono Raih Penghargaan KB Mandiri
Ada tampilan yang berbeda dalam Gedung Siti Padmirah Silver College kali ini. Jika biasanya poster yang dipajang di muka ruangan ini hanya tulisan Posdaya dan Siti Padmirah Silver College, pada Kamis malam 4 Oktober 2012 lalu ada poster tambahan yaitu “Selamat Kepada Prof Dr Haryono Suyono atas Penganugerahan LIBI Award dari PT Bayer Indonesia Tbk”.
Selengkapnya pdf

Membangun Kembali Jaringan Lama
Beberapa waktu lalu BKKBN menggelar acara Working Lunch di Jakarta dan mengundang para pakar kependudukan dari berbagai perguruan tinggi, para pimpinan dan tokoh agama serta berbagai kalangan yang peduli terhadap pembangunan Kependudukan dan KB di Indonesia. Dalam acara tersebut tidak ketinggalan menghadirkan para sesepuh dan para mantan Kepala BKKBN untuk memberikan masukan dalam rangka pengembangan program KB di masa depan.
Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF




GUBERNUR KALBAR TERIMA PENGHARGAAN KB
Gubernur Kalimantan Barat, H Usman Jafar, menerima piagam penghargaan dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Penyerahan penghargaan tersebut berlangsung Kamis, 8 Maret 2007 di pendopo gubernuran di Pontianak.
Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan Propinsi Kalimantan Barat menekan lonjakan penduduk dan memperbanyak peserta KB dalam empat tahun terakhir. Bila tahun 2003 jumlah akseptor KB di Kalimantan Barat berjumlah 91.208 peserta, pada tahun 2006 meningkat menjadi 100.000 peserta.


Sosialisasi KB Perlu Dukungan Media
Hal tersebut disampaikan Komisi IX DPR RI Rieke Dyah Pitaloka, usai menghadiri acara Pencanangan Gebyar KB Kesehatan se-Jawa Barat dan Jambore IMP Jawa Barat di Purwakarta, Jabar beberapa waktu lalu.
Acara yang berlangsung meriah ini dinilai Rieke sangat efektif sebagai langkah menggiatkan program KB. Apalagi acara ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Kepala BKKBN Pusat dan sejumlah anggota DPR. Sehingga masyarakat yang hadir bisa bertanya langsung kepada pihak berkepentingan.
Selengkapnya...pdf

DENGAN POSDAYA BALI BANGKITKAN SENDI PEREKONOMIAN KELUARGA
Kesejahtraan keluarga merupakan sasaran utama pembangunan,kesejahtraan sesuai dengan Undang-undang Nomor 10 tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera. Sasaran ini tak mungkin tercapai bila tidak bisa mengendalikan jumlah penduduk dan memacu pertumbuhan ekonomi.

Menjadikan Orang Miskin Ber- KB
Ada yang menarik dari diskusi media "KB dan Kemiskinan" di Jakarta, pada pertengahan Pebruari 2008 lalu. Antara lain, terungkap masih banyak orang miskin yang menganggap anak sebagai investasi hari ini. Misalnya, anak-anak bisa membantu orang tuanya di sawah atau mencari nafkah. Yang menjadi pertanyaan: Benarkah anak bisa sebagai investasi membantu orang tuanya di sawah atau mencari nafkah?
Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF


Tingkatkan Kembali Kesadaran Ber-KB
Pertumbuhan penduduk Indonesia terbilang tinggi. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun mengisyaratkannya dengan "lampu kuning". Ini artinya nyaris melampui ambang batas tidak wajar. Diprediksikan setiap tahunnya jumlah penduduk bertambah sekitar 3-4 juta jiwa (1,3 persen jumlah total penduduk). Parahnya lagi, jika program Keluarga Berencana (KB) tidak berhasil, jumlah penduduk Indonesia bakal mencapai angka 264 juta jiwa pada 2015 mendatang. Mungkinkah?
Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF

MEMBANGUN GERAKAN PEMBERDAYAAN KELUARGA
Jum'at malam minggu lalu, melalui siaran nasional TVRI pusat, digelar program informasi interaktif baru Gerakan Masyarakat Mandiri atau Gemari. Program itu mengambil tema Pengentasan Kemiskinan dan dipandu bersama oleh Prof. Haryono Suyono dan Dewi Hughes, kombinasi tenaga profesional untuk program yang menarik. Nara sumber pada acara perdana itu terdiri dari Kepala BKKBN Pusat, dr. Sugiri Syarief, MPA., Dr. Sujana Rochjat, Deputi Menko Kesra RI, dan Dr. Edy Toet Hendratno, SH., MSi., Rektor Universitas Pancasila di Jakarta.

Prof Dr Haryono Suyono di TVRI Regional Yogyakarta, DIY:
Kaum Ibu Bentuk Koperasi Kelurahan

Seorang tokoh bangsa berdiri di atas panggung dengan setting gapura "Plengkung Gading" membacakan puisi ciptaan Mangir bertajuk "Ada Yang Mesti Kita Tuntaskan Kembali di Sini". Suaranya menggelegar, menggema memenuhi ruang-ruang hati di studio, mungkin pula hati pemirsa Televisi Republik Indonesia (TVRI) stasiun Regional Yogyakarta. Ia mengingatkan sekaligus mengajak semuanya untuk kembali menuntaskan tentang janji membangun kemakmuran bersama.
Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF

Indonesia Pelopor KB dan Kependudukan Dunia
Tidak dipungkiri bahwa Indonesia pernah berjaya dalam program Keluarga Berencana dan Kependudukan, dan mendapat pengakuan dunia internasional. Bahkan, Perserikatan Bangsa-bangsa pada tahun 1995 memberikan penghargaan berupa "Population Award" kepada pemerintah Indonesia atas keberhasilan program yang luar biasa tersebut.

Lulusan STIKes Mitra Ria Husada Berpeluang Besar
Pemerintah dan seluruh komponen bangsa harus tetap memiliki komitmen tinggi terhadap upaya menanggulangi masalah kependudukan. Jika lengah, bukan tidak mungkin jumlah kelahiran akan meningkat kembali. Dengan meningkatnya jumlah penduduk usia di bawah 15 tahun, jumlah penduduk miskin meningkat dan sasaran Millenium Development Goals (MDGs) tidak tercapai.
Selengkapnya pdf

Sejak 1977 SBY Terapkan Program Suami Siaga
Untuk menekan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia yang mencapai 360 per 100 ribu kelahiran, Ibu Negara Ani Yudhoyono menegaskan, peran serta para bapak menjadi sangat strategis. Pasalnya, sampai saat ini perhatian para bapak terhadap istri yang hamil masih rendah.
Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF

Kesehatan Ibu dan Anak Tetap Acuan Muslimat NU
Kesehatan ibu dan anak tetap menjadi acuan Muslimat Nahdhatul Ulama dalam setiap master plannya. Target master plan yang saat ini sedang digarap Muslimat NU adalah mewujudkan perempuan Indonesia sehat dan religius pada 2011. Sementara target Master plan 2016 mewujudkan perempuan Indonesia berkualitas dan religius, barulah pada 2021 mewujudkan muslimat mandiri.

Hari Keluarga Nasional (Harganas) XVII Tahun 2010
Siapkan Keluarga Tangguh Hadapi Tantangan

Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XVII dan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-VII tahun 2010 bakal dibuka oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Palu, Sulawesi Tengah. Mengangkat tema "Menyiapkan Keluarga Tangguh Menghadapi Tantangan dan Masalah", peringatan Harganas dan BBGRM tahun ini diharapkan dapat lebih meminimalisir permasalahan kependudukan yang berkecamuk belakangan ini.
Selengkapnya...pdf

Gemari Pacu 32 Ribu Desa Tertinggal
Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam yang sangat besar. Selain itu juga berada pada posisi geografis yang sangat strategis. Iklim yang memungkinkan pendayagunaan sepanjang tahun serta hutan dan kandungan bumi yang sangat kaya merupakan modal utama untuk kemakmuran rakyatnya. Akan tetapi hingga saat ini potensi besar itu belum secara nyata memberikan kemakmuran bagi rakyatnya.
Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF


DUA ANAK CUKUP LAKI PEREMPUAN SAMA SAJA
Sambil berulang kali menyebut keberhasilan program KB Nasional semasa kepemimpinan Menteri Kependudukan/Kepala BKKBN, mantan Menko Kesra Haryono Suyono, Menteri Kesehatan Dr. Fadilah Supari, sewaktu melantik Kepala BKKBN yang baru, dr. Sugiri Syarief, MPA, menyatakan bahwa lembaga yang dipimpinnya harus makin fokus. Petunjuk tersebut disertai instruksi agar tidak malu-malu menghidupkan kembali seruan populer "dua anak cukup laki perempuan sama saja". Selengkapnya1...PDF
Selengkapnya2...PDF

NACHODA BARU DENGAN HARAPAN
Sejak bulan lalu, bahkan sejak beberapa bulan sebelumnya, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, berulang kali memberi peringatan, bahkan terakhir Presiden menyebutnya sebagai peringatan lampu kuning, atas gejolak pertumbuhan penduduk yang sangat mengkhawatirkan. Pertumbuhan penduduk yang sebelumnya berada pada tren menurun, akhir-akhir ini merambat naik.

Menyongsong Penduduk 7 Miliar
Persiapkan Lansia dalam Gerakan Posdaya

Mencengangkan. Jumlah penduduk dunia pada penghujung Oktober 2011 nanti akan mencapai 7 milyar. Tonggak global ini merupakan peluang, juga tantangan yang sangat besar. Meskipun kesempatan hidup orang lebih lama dan jumlah anak dalam suatu keluarga lebih sedikit, ketidaksetaraan tetap saja terjadi. Justru saat ini yang perlu diwaspadai adalah ledakan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) tidak diikuti pertumbuhan penduduk muda.
Selengkapnya pdf

Special Reality Show Gemari TVRI Pusat
12 Tahun Yayasan Damandiri Entaskan Kemiskinan

Tayangan Reality Show Gemari di TVRI Pusat, pada edisi Januari 2008 ini, ada yang berbeda. Suasananya lebih gegap gempita. Durasinya lebih panjang dibanding biasanya yang hanya 60 menit, pada edisi special ini siaran berlangsung selama 90 menit. Satu setengah jam penuh warna warni, walau tetap dalam kemasan khasnya yang sederhana dan "merakyat". Namun, isinya tetap padat dan kian bernas. Lantas, mengapa tayangan Gemari kali ini menjadi spesial?

Strategi Kependudukan dengan Pendekatan Keluarga Paripurna
Masyarakat sekarang ini jauh lebih pintar dibanding tahun 70-an. Mereka tidak hanya mau kontrasepsi, tetapi juga kehidupan yang lebih sejahtera. Itu sebabnya, program kependudukan harus mengedepankan pendekatan keluarga paripurna. Yaitu, pendekatan keluarga dengan memperhatikan masalah pendidikan, kesehatan, kewirausahaan dan lingkungan yang baik.

Dunia Akui Keberhasilan KB Indonesia
ADA awal kepemimpinan pak Harto, Puskesmas dan Posyandu menjadi ujung tombak sekaligus implementasi program di bidang kesehatan. Pelayanan kesehat-an dan posyandu yang tersebar sampai ke desa terpencil berhasil menekan angka kematian bayi, mengendalikan penyebaran penyakit menular dan memperbaiki kondisi masyarakat secara fisik.
Selengkapnya...PDF

Pak Soewardjono Luncurkan Buku
Mengabdi Tugas Kemanusiaan

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) diharapkan lebih giat lagi menggarap potensi masyarakat pada usia sedini mungkin dengan menyelipkan pesan-pesan agar mereka mulai bersikap menuju Norma Keluarga Kecil.Bahagia dan Sejahtera..Kalau keluarga kecil saja, sebenarnya sudah menggelinding. "Memakai alat kontrasepsi selesai. Namun bahagia dan sdejahtera harus dirumuskankembali dan diperlukan waktu panjang,tegasnya sembari menambahkan keyaakinannya bahwa tekad itu akan bisa diraih.
Selengkapnya...PDF

BKKBN Canangkan Kembali Libi KB
Program KB Mandiri yang pada akhir tahun 1988 lebih dikenal dengan program Lingkaran Biru (Libi), kini dicanangkan kembali. Program ini dulu popular di masyarakat dengan salah satu tagline iklannya "ya ya ya". Re-launching program KB Mandiri diluncurkan sekaligus membuka acara Rapat Kerja Nasional KB di Jakarta pada tanggal 19 Pebruari 2008 lalu di Kantor BKKBN Jakarta.
Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF




MENGAJAK SELURUH KELUARGA BER-KB
Akhir tahun lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan kekawatirannya tentang laju pertumbuhan penduduk yang sangat mengkawatirkan. Sinyalemen itu bukan basa basi. Kekawatiran itu didasarkan data dan kenyataan yang terjadi dalam masyarakat. Untuk menyelesaikannya diperlukan strategi yang jitu dan tindakan nyata yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

Sidang Komisi Kependudukan dan Pembangunan
Sidang Komisi Kependudukan dan Pembangunan atau Commision on Population and Development (CPD) ke-40 PBB di New York pada April 2007 telah menghasilkan kesepakatan bahwa ICPD disetujui kembali. Selain menekankan masalah penduduk usia lanjut, sidang komisi yang dilaksanakan setiap tahun ini juga secara umum membahas implikasi kebijakan dan arah pembangunan yang harus disiapkan masing-masing negara terhadap perubahan struktur umur penduduk dunia. Mereka sepakat harus ada resolusi, sehingga keluarlah Deklarasi CPD.
Selengkapnya...PDF

Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional 29 Juni 2008 di Jambi:
Semarak Gotong Royong KB-PKK di 6 Provinsi

Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) pada tanggal 29 Juni 2008 yang dipusatkan di Kota Jabung Timur, Jambi, telah diramaikan oleh kegiatan Road Show Semarak Gotong Royong KB-PKK di enam provinsi. Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan merupakan provinsi terakhir dari penyelenggaraan kegiatan Road Show ini.

Pada putaran ke lima kegiatan Road Show Semarak KB-PKK di provinsi Kalimantan Tengah, digelar di Lapangan Sanaman Mantikei Palangkaraya dan dilanjutkan esok harinya di Lapangan Bukit Ngalangkang Kuala Kapuas. Berbagai atraksi tari-tarian selamat datang khas daerah menyambut kedatangan para pejabat daerah dan pusat.
Selengkapnya...PDF

Pelatihan PKB, Kebun Bergizi dan MDGs
4 Provinsi Ikuti Pelatihan Posdaya

Pelatihan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) terus menarik minat berbagai wilayah di tanah air. Kali ini, tepatnya pada 21-23 Desember 2011 lalu, Haryono Suyono Center (HSC) selaku penanggung jawab acara menghadirkan empat provinsi sekaligus. Bahkan, acara dengan tema “Pelatihan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Kebun Bergizi dan Millennium Development Goals (MDGs)” ini, bisa dibilang mewakili tiga pulau di tanah air, yaitu Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara dari pulau Sumatera, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dari pulau Jawa serta Provinsi Bali.
Selengkapnya pdf

BKKBN Berperan Sentral Kendalikan Penduduk
Rapat Kerja Nasional Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana Tahun 2011 agak berbeda dengan Rakernas sebelumnya. Pada tahun ini, BKKBN telah dikukuhkan dengan peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2010 dan berubah nomenklaturnya menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana sesuai amanah Undang-undang No 52 Tahun 2009.

MENYONGSONG BANGKITNYA GERAKAN PEMBERDAYAAN
Pembaca yang budiman,

Bulan Desember merupakan akhir tahun yang selalu menarik. Biarpun akhir tahun, bulan ini kaya dengan hari-hari penuh makna bagi keluarga dan kaum ibu. Bulan ini ditandai dengan adanya Hari Ibu, Hari Peringatan Gerakan PKK dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional. Oleh karena itu akan sangat menarik kalau semua kegiatan yang persiapannya telah dilakukan pada bulan-bulan sebelumnya ditindak lanjuti dengan gerakan aksi di lapangan.
Selengkapnya...PDF

72 Tahun Prof Haryono Suyono
Terus Berjuang dan Kerja Keras

Ulang Tahun ke-72 Prof Dr H Haryono Suyono ditandai dengan penyerahan Al Quran memperingati seribu hari wafatnya Pak Harto. Disusun berdasar mushaf Utsmani, Al Quran berisi terjemah lengkap bahasa Indonesia, bahasa Inggeris ini menginduk pada terjemahan Departemen Agama. Tak ketinggalan, tanggal 6 Mei 2010 juga menjadi saksi sejarah berdirinya Koperasi Gemari di lingkungan Griya Gemari.
Selengkapnya...pdf

Korban KDRT yang Terungkap 10 Persen
Pembangunan moral suatu bangsa dimulai dari moral keluarga itu sendiri, terutama upaya meningkatkan kesadaran membangun keharmonisan keluarga melalui delapan fungsi keluarga. Namun bila upaya tersebut lemah, demoralisasi keluarga tak dapat dihindari. Keutuhan keluarga pun akan rawan dari berbagai konflik, seperti munculnya kekerasan dalam rumah tangga, dan lain-lain.

Selengkapnya...PDF

PENGHARGAAN MANGGALA KARYA KENCANA UNTUK KALBAR
H.Usman Ja'far yang dilantik sebagai Gubernur Kalimantan Barat pada 23 Agustus 2003 lalu, membuktikan kesungguhan tekadnya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Barat ditandai diterimanya piagam penghargaan dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), atas keberhasilan Propinsi yang dipimpinnya dalam menekan lonjakan penduduk dan memperbanyak peserta KB dalam empat tahun terakhir. Bila tahun 2003 jumlah akseptor KB di Kalimantan Barat berjumlah 91.208 peserta, pada tahun 2006 meningkat menjadi 100.000 peserta. Penghargaan Manggala Karya Kencana diserahkan langsung oleh Kepala BKKBN Pusat, DR.Sugiri Syarief MPA. di pendopo gubernuran di Pontianak. Kamis, 8 Maret 2007.

Hasil Sensus Penduduk 2010
Pacu Revolusi Baru Ber-KB

Hasil sensus penduduk 2010 yang digelontorkan Badan Pusat Statistik (BPS) telah menuai beragam pemikiran. Jumlah 237. 556.353 atau bila digenapkan menjadi 238 juta jiwa, bukanlah angka yang sedikit. Yang pasti, angka tersebut lebih besar dibandingkan perkiraan resmi yang telah diproyeksikan oleh BPS atau lembaga kependudukan lain.
Meskipun angka yang diumumkan tersebut merupakan angka sementara, menurut mantan Menteri Negara Kependudukan RI Prof Dr Haryono Suyono, kemungkinan angka itu turun drastis sangat kecil. Selain karena membengkaknya angka kelahiran di beberapa daerah, pertambahan penduduk alamiah bisa terjadi karena kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik telah meningkatkan usia harapan hidup.
Selengkapnya...pdf

MEMBANGUN SDM DI DAERAH TERTINGGAL
Minggu lalu Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal, Ir. Lukman Edi, MSi, selama satu setengah jam menjadi bintang tamu dialog interaktif yang diselenggarakan oleh Yayasan Damandiri pada stasiun TVRI Pusat di Jakarta. Acara yang dipandu oleh Ketua Yayasan Damandiri, Prof. Dr. Haryono Suyono dan artis terkenal, Pegi Melati Sukma, itu menghadirkan juga Kepala BKKBN Pusat, dr. Sugiri syarief, MPA. dan Drs. Subiakto Tjakrawerdaja, Mantan Menteri Koperasi, sekaligus Sekretaris Yayasan Damandiri. Hadir pula para Kepala BKKBN Propinsi dari seluruh Indonesia dan Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat dari 50 Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia.

DUKUNGAN AJAKAN BER-KB
Akhir tahun lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan kekawatirannya tentang laju pertumbuhan penduduk yang sangat mengkawatirkan. Sinyalemen itu bukan basa basi. Kekawatiran itu didasarkan data dan kenyataan yang terjadi dalam masyarakat. Untuk menyelesaikannya diperlukan strategi yang jitu dan tindakan nyata yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

Punto Nugroho, SE
Kembali ke Semarak KB, Mengapa Tidak?

Setiap tanggal 29 Juni, pemerintah selalu memperingati Hari Keluarga Nasional. Momen penting itu akan lebih 'sakral' bila dikaitkan dengan Program Keluarga Berencana (KB), yang merupakan program wajib pemerintah provinsi pusat, kabupaten dan kota. Sebuah pertanyaan untuk kita renungkan bersama di Hari Keluarga Nasional kali ini: Sejauh mana program KB di era reformasi ini berjalan? Semakin baikkah? Atau jalan di tempat alias justru mandek?
Selengkapnya...PDF

BKKBN Motori Peluncuran AKU
Guna mengaksesibilitas modal UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) lebih terarah dan meningkat, pada 17 Oktober 2002 lalu dibentuk Asosiasi Kelompok UPPKS (AKU) yang dimotori BKKBN. Saat melantik dua pejabat eselon II BKKBN, Prof Dr Yaumil CA Achir, kepala BKKBN, berharap kehadiran AKU dapat menjembatani kebutuhan para anggota kelompok UPPKS dengan dunia perbankan maupun lembaga keuangan mikro. "AKU juga harus mampu menjadi pelindung, pengayom dan penyambung lidah dari sekitar 500.000 kelompok UPPKS dengan sekitar 11 juta anggota yang tersebar di seluruh Indonesia."

Pemberdayaan Keluarga Lestarikan Kesertaan KB
Dari hasil SDKI, menunjukkan bahwa Program KB Nasional mengalami stagnasi. TFR Nasional tahun 2007. Angka TFR Nasional tahun 2007 tetap berada di angka 2,6, dibandingkan dengan tahun 2003. Sedang kesertaan ber KB yang diukur dengan Prevalensi Pemakaian Kontrasepsi (CPR) peningkatannya hanya sekitar 1 % selama 5 tahun. Sementara angka unmet need yang diharapkan pada akhir tahun 2009 sekitar 6% ternyata akhir tahun 2007 masih 9,1%. Kesenjangan di setiap provinsi juga terjadi.
Selengkapnya...PDF

TMMD Bantu Masyarakat Tertinggal
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang sebelumnya dikenal dengan TNI ABRI Masuk Desa (AMD) bersama BKKBN belum lama ini menggelar Rapat Koordinator Teknis (Rakornis) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-85. TMMD merupakan wujud bakti TNI yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan kementerian, lembaga Pemerintah Non Kementerian dan Pemerintah Daerah.
Selengkapnya...pdf

Bangkitkan 8 Fungsi Keluarga
Keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) di masa lalu, boleh jadi tak lepas dari peran serta media dalam menyosialisasikan program ini. Kesungguhan dan kegigihan kalangan pers memberitakan isu program KB setiap harinya, menjadikan KB di era 70 - 80-an menjadi sesuatu yang penting diketahui oleh masyarakat. Sayangnya, semangat ini sekarang nyaris tenggelam ditelan arus desentralisasi.
Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF

12 Tahun Yayasan Damandiri
Acara Gemari Show 15 Januari 2008 pukul 19:30-21:00 wib disiarkan langsung oleh TVRI Pusat Jakarta Dalam Rangka Ulang Tahun Yayasan Damandiri ke 12, diawali dengan doa bersama dipimpin langsung oleh Bpk Prof Haryono Suyono selaku Host, berdoa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Pendiri Yayasan Damandiri Bapak HM Soeharto yang sedang sakit di RSPP, segera sembuh dan diberikan yang terbaik untuk beliau Amien.....


Sesi 1


Sesi 2


Sesi 3


Sesi 4




Kepala BKKBN Dr dr Sugiri Syarief, MPA
Ajak Semua ‘Stakeholder’ Perkuat Posdaya

Semua upaya yang dilakukan melalui gerakan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) diharapkan bisa mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dan kelestarian keluarga dalam mengikuti anjuran keluarga berencana (KB). Untuk memberikan layanan paripurna KB, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 2012 ini juga mulai mengembangkan pusat layanan informasi dan edukasi pembangunan keluarga sejahtera secara bertahap di tingkat provinsi.
Selengkapnya pdf

BELAJAR DARI KEBERHASILAN MASA LALU
Minggu lalu, berdasarkan Keputusan Presiden RI, Kepala BKKBN, dr. Sugiri Syarief MPA, melantik lima pejabat eselon I sehingga dengan demikian lembaga ini tuntas mempunyai enam pejabat eselon I yang lengkap. Terlebih dulu telah dilantik Sekretaris Utama yang ditugasi mengurus dukungan logistik untuk program secara luas. Pada ujung operasional BKKBN mempunyai seorang deputi dengan tugas urusan pelaporan dan evaluasi.
Badan yang pernah sangat disegani di masa lalu itu dilengkapi pula dengan seorang deputi yang ditugasi urusan perencanaan dan pengumpulan data untuk perencanaan atau kegiatan operasional di seluruh Indonesia. Seperti juga di masa lalu, BKKBN juga dilengkapi dengan dua deputi yang mengurusi kegiatan operasional, untuk merangsang pembinaan dan penambahan jumlah peserta KB, dan seorang deputi yang ditugasi untuk mengkoordinasikan dukungan proses pemberdayaan menuju keluarga yang bahagia dan sejahtera.


KB TEMBAK JPS KB SANGAT DIMINATI
Masyarakat semakin maju dan semakin kritis. Sementara pengalaman teman atau tetangga peserta KB baru merupakan guru yang menjadi acuannya. Petugas Lapangan KB hanya sebatas menganjurkan. Calon akseptor sendiri yang menentukan pilihan. Itulah salah satu sebab mengapa akseptor KB baru memilih ber-KB MOW dengan cara "KB Tembak" atau Laparoscopy. Sementara dokter sendiri merasa dengan cara laparoscopy lebih mudah dan lebih cepat. Sedang pasien merasa hanya luka kecil saja.

Kepala BKKBN Pusat Dr Sugiri Syarief, MPA
Harganas Momentum Bangun Kualitas Bangsa

Momentum Hari Keluarga Nasional (Harganas) tahun 2007 ini bila dilihat dari sisi pelaksanaan program KB (Keluarga Berencana), sangat nampak bahwa persoalan-persoalan kependudukan itu ternyata tidak selesai ketika Indonesia dinyatakan sudah berhasil dalam program KB tersebut. Karena ternyata masih banyak yang harus dilakukan dan dikerjakan. Demikian diungkapkan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) Pusat Dr Sugiri Syarief, MPA

Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF

BKKBN Gelar Festival Seni Budaya Genre Nusantara 2011
Meski sering mendapat kritik, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tetap menggelar festival seni dan budaya sebagai alat penyampai pesan program Keluarga Berencana (KB). Pasalnya, bangsa Indonesia sangatlah kaya akan karya seni dan budaya yang tidak dimiliki oleh negara lain.
Selengkapnya pdf

FAPSEDU Bangun Masyarakat Sejahtera
Masalah pertumbuhan penduduk yang kurang terkendali dan tingginya angka kemiskinan Indonesia saat ini, sudah lama mendapat perhatian penuh dari sebagian masyarakat dan tokoh-tokoh agama. Salah satu wujud kepedulian ini dibuktikan oleh para pemuka lintas agama Indonesia yang mewakili enam agama dengan mendeklarasikan Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (FAPSEDU) sebagai wadah perjuangan membangun masyarakat sejahtera melalui peningkatan keluarga berkualitas.
Selengkapnya...PDF

PROGRAM KB BANGKIT KEMBALI
Dengan dihadiri oleh lebih dari 400 peserta yang terdiri dari Gubernur, Bupati, pejabat teras dan pimpinan organisasi mitra kerja terkatit, Kepala BKKBN Propinsi, pejabat KB atau lembaga setingkat dari seluruh Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia, hari Selasa lalu Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, membuka Rapat Kerja Nasional BKKBN di Istana Wakil Presiden. Dalam kesempatan itu Wakil Presiden didampingi oleh Menko Kesra, Menteri Kesehatan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan pejabat tingkattinggi lainnya.

SAFARI GEMPITA MUTIARA BANGSA DI GORONTALO
Hari ini Insya Allah Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. Gusnar Ismail, MM, bersama Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Nelson Pomalingo, MPd., didampingi unusr-unsur pemerintah daerah, Pimpinan DPRD dan tokoh daerah lainnya, akan melepaskan sekitar 1300 mahasiswa sebagai rombongan pertama dari 2000 mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Gorontalo untuk melakukan Kuliah Kerja Sibermas (KKS) Tematik Posdaya ke seluruh pelosok desa di Provinsi Gorontalo. Diharapkan hadir dalam acara itu Kepala BKKBN Dr. dr. Sugiri Syarief MPA, Ketua Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), Prof. Dr. Haryono Suyono, pejabat teras dan tamu-tamu lainnya dari Jakarta.

PENDUDUK DUNIA BIKIN GONJANG GANJING LAGI ?
Hari ini di New York dimulai pertemuan Ecosok PBB UNFPA untuk membahas Strategi Pembangunan Kependudukan Dunia 2008-2011. Strategi ini dimaksudkan guna membantu arah pembangunan kependudukan bagi negara-negara anggota PBB di seluruh dunia sekaligus sebagai upaya bersama untuk menangani masalah-masalah yang muncul dalam bidang kependudukan. Utusan pemerintah Indonesia dipimpin oleh Kepala BKKBN Dr. Sugiri Syarief, MPA, diperkuat oleh pakar kependudukan dan pembangunan Prof. Dr. Haryono Suyono dengan anggota delegasi lainnya dari Departemen Luar Negeri dan instansi terkait.

Prof Dr H Haryono Suyono Mantu
Pemimpin Umum Majalah GEMARI Prof Dr H Haryono Suyono pada hari Sabtu 18 Juni 2005 mengadakan hajatan besar, menikahkan putri bungsunya, Rina Mardiana, BSc yang disunting Naziruddin Lubis alias Rudi. Akad nikah yang berlangsung siang hari di gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta, disaksikan mantan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Drs Subiakto Tjakrawerdaja, sejumlah pejabat dan keluarga besar kedua pihak. Tampil sebagai penceramah mantan Hakim Agung Bismar Siregar, SH.

SAFARI MEMBANGUN JARINGAN
Sebagai langkah awal melaksanakan petunjuk Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, serta harapan masyarakat akan pembangunan manusia Indonesia yang mampu mengentaskan kemiskinan sekaligus membangun keluarga sejahtera, Kepala BKKBN, dr. Sugiri Syarief, MPA, didampingi mantan Menko Kesra/Menteri Kependudukan/Kepala BKKBN, Haryono Suyono, sejak beberapa waktu lalu mengadakan Safari bersama untuk menyegarkan jaringan kemitraan antar berbagai kekuatan pembangunan di daerah-daerah.

MEMPERSIAPKAN PAHLAWAN PEMBANGUNAN
Prof. Dr. Sugiyanto, NSP, pakar pendidikan dari Universitas Gajah Mada, dalam acara Plengkung Gading yang diselenggarakan oleh TVRI Yogyakarta, bekerja sama dengan Yayasan Damandiri, merasa risau melihat dinamika pendidikan untuk mempersiapkan anak bangsa menghadapi tantangan masa depan yang makin dahsyat. Beliau berpendapat bahwa bangsa ini perlu menata pendekatan pendidikan di Indonesia agar mampu menghasilkan anak bangsa yang cerdas, terampil dan mampu menciptakan lapangan kerja. Pendidikan yang padat teori perlu disempurnakan menjadi pendidikan yang makin padat ketrampilan untuk menghasilkan anak-anak muda bangsa yang siap terjun membangun masyarakat yang adil dan makmur, dan pantas dihargai sebagai pahlawan pembangunan.



Peserta KB Pahlawan Bidang Ekonomi
Indonesia pernah menorehkan dua catatan bersejarah di level dunia dalam bidang kependudukan, selain bidang pertanian. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memberikan penghargaan di bidang kependudukan karena dinilai berhasil dan sukses dalam pengendalian laju pertumbuhan penduduk. Tapi bagaimana masalah kependudukan saat ini? Sejauh mana pemerintah memberi perhatian terhadap program KB?

Di tengah arus globalisasi, era desentralisasi dan otonomi daerah, pembangunan di sektor kependudukan, utamanya yang terkait dengan pengendalian laju pertumbuhan kependudukan, dalam hal ini program keluarga berencana (KB), bukan saja perlu mendapat perhatian besar tapi juga keseriusan dalam pelaksanaannya. Jika program KB sukses dan dapat secara bermakna mengendalikan pertumbuhan penduduk maka target pembangunan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat bisa lebih cepat tercapai. Sudahkah pelaksanaan program KB saat ini sepadan seperti yang dilakukan pada beberapa waktu lalu?
Selengkapnya...PDF

SAFARI MEMBANGUN JARINGAN
Sebagai langkah awal melaksanakan petunjuk Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, serta harapan masyarakat akan pembangunan manusia Indonesia yang mampu mengentaskan kemiskinan sekaligus membangun keluarga sejahtera, Kepala BKKBN, dr. Sugiri Syarief, MPA, didampingi mantan Menko Kesra/Menteri Kependudukan/Kepala BKKBN, Haryono Suyono, sejak beberapa waktu lalu mengadakan Safari bersama untuk menyegarkan jaringan kemitraan antar berbagai kekuatan pembangunan di daerah-daerah. Safari itu juga dimaksudkan untuk membangun semangat perjuangan pantang mundur yang gegap gempita. Safari ini dilandasi kepercayaan bahwa Bangsa Indonesia yang besar, kalau ada kemauan pasti bisa!

Prof Dr Haryono Suyono Luncurkan Buku Otobiografi
Mengubah Loyang Menjadi Emas

Peluncuran Buku Otobiografi Haryono Suyono berjudul "Mengubah Loyang Menjadi Emas" menuai banyak pujian, baik dari sejumlah rekanan, sahabat lamanya, mitra kerja maupun pejabat pemerintahan. Otobiografi Haryono Suyono dinilai banyak kalangan diibaratkan sebagai kisah perjalanan panjang program Keluarga Berencana (KB) yang dirintis oleh sosok lelaki desa sederhana namun memiliki semangat dan cita-cita luar biasa. "Kalau bicara BKKBN, tidak lihat orang lain. Hanya Haryono Suyono," cetus Akbar Tanjung yang secara spontan diamini oleh semua undangan yang hadir.
Selengkapnya...PDF

GERAKAN KB BERBASIS MASYARAKAT
Akhir bulan Juni Program KB di Indonesia yang dimulai secara resmi pada tanggal 29 Juni 1970 akan berusia 38 tahun, suatu usia yang pantas disyukuri dan sekaligus dinilai keberhasilannya. Lebih-lebih lagi sejak masa reformasi perhatian masyarakat digoyahkan oleh komitmen pemerintah yang mengendor. Akibatnya sebagian yang masih belum mantab menerima norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera merasa mendapat angin untuk tidak perlu ber-KB. Upaya revitalisasi yang diserukan oleh Presiden SBY akan memakan waktu yang cukup lama dan pasti, seperti seruan untuk program lainnya, akan direnungkan, diperdebatkan dan tidak segera dilaksanakan secara luas.

Wirausahawan Bantul Bangkit Kembali
Nadi kehidupan masyarakat Bantul kini mulai berberdenyut. Padahal, gempa bumi 27 Mei 2006 lalu telah memorakporandakan kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini. Bahkan, sektor ekonomi nyaris terhenti lantaran gempa dahsyat meluluhlantakan berbagai bidang yang ada. Bagaimanakah masyarakat Bantul bangkit kembali dari keterpurukan mereka? Benarkah mereka kini mulai bangkit kembali menata kehidupannya? Siapa saja yang mendorong mereka sehingga bisa surpive?

Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF

Posdaya, Pemberdayaan Ekonomi dan Kependudukan
Dalam Semangat Tanggung Renteng

Bulan Juli merupakan berkumpulnya hari-hari penting bagi bangsa ini. Di bulan Juli kita berada dalam suasana peringatan Hari Kependudukan Dunia, Hari Koperasi dan Hari Anak Nasional. Arti peringatan itu bagi bangsa ini adalah agar penduduk betul-betul diberdayakan menjadi kekuatan pembangunan. Kita juga sedang menyongsong peringatan Hari Koperasi. Kita sepakat bahwa koperasi menjadi pedoman kerja sama gotong royong untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui usaha dengan tanggung jawab renteng yang ikhlas. Sejauh mana model ekonomi kerakyatan ini bagi Indonesia yang merupakan negara berpenduduk terbesar keempat dunia ini bisa menjadi salah satu sumbangsih dalam pengatasan persoalan kependudukan yang makin rumit dan pelik? Bagaimana pula hasil pendataan penduduk Sensus 2010 yang dilaksanakan BPS sebagai bagian penting dan strategis bagi proses pelaksanaan, evaluasi dan tindaklanjut keberlangsungan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya?
Selengkapnya...pdf

Revitalisasi Program KB Nasional Harus Dilakukan
Revitalisasi Program KB harus dilakukan, karena dalam lima tahun terakhir pertumbuhan akseptor KB baru hanya berkisar antara 0,3 persen sampai 0,5 persen, kata Kepala BKKBN, Dr. Sugiri Syarief, MPA pada peringatan Harganas XIV 2007. Oleh karena itu beliau menargetkan dapat mengembalikan pertumbuhan akseptor KB aktif minimal satu persen mulai tahun 2007. Pernyataan ini hendaknya menjadi perhatian kita semua, yang terlibat dalam mensukseskan program KB Nasional. Memang tidak mudah, tapi dengan keyakin bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita ingin berhasil, insya allah harapan kepala BKKBN bisa terwujud, tentu saja disertai modal kerja keras, ulet, pantang menyerah dan doa pastinya.

PEMUKA WARGA TIONGHOA BERTEKAD SUKSESKAN KB
Masih banyak warga keturunan Tionghoa di Kalimantan Barat hidup di bawah garis kemiskinan. Bahkan tidak sedikit yang hidup dalam kondisi memprihatinkan, namun cenderung memiliki banyak anak masih terjadi. Hal ini tidak bisa dibiarkan secara terus menerus. karena pada dasarnya, memiliki anak banyak cenderung menambah beban tanggungan keluarga. Untuk itu, Yayasan Bhakti Suci bertekad berupaya mengurangi kecenderungan tingkat kelahiran yang tinggi di sebagian masyarakat Tionghoa.



Yayasan Damandiri Bersama TVRI Pusat Sajikan Gemari
Sukses dengan tayangan program TV di beberapa daerah, Yayasan Damandiri belum lama ini menggelar program informasi interaktif serupa bersama TVRI Pusat Jakarta, dengan nama Gerakan Masyarakat Mandiri atau Gemari. Tayangan perdana Gemari yang disiarkan secara langsung pada 23 Februari 2007 ini akan dijumpai pemirsa televisi setiap Kamis malam di minggu terakhir, antara jam 20.00 - 21.00 WIB.

SELAMAT TAHUN BARU 1 JANUARI 2007
Pembaca yang budiman,

Bulan Januari selalu menarik karena membawa harapan untuk tahun yang sedang berjalan. Pertengahan bulan ini Yayasan Damandiri genap berusia 11 tahun. Biarpun masih muda Yayasan Damandiri telah berkiprah membantu pembangunan sumber daya manusia melalui pemberdayaan bidang kesehatan, pendidikan dan wirausaha. Banyak karya nyata yang diciptakan dan diserahkan kepada masyarakat sebagai sumbangan pemikiran dan percontohan pelaksanaannya di lapangan.

Selengkapnya...PDF



Kebijakan dan Strategi Program Kependudukan
Pertumbuhan penduduk di Indonesia, setiap tahun mencapai tiga juta orang, namun bila tidak dimbangi dengan kualitas yang baik, kita tidak akan bisa bersaing dengan kualitas SDM negara lain. Bahkan peringkat Indonesia yang saat ini menduduki peringkat 111 dunia di bawah Palestina dan Filipina. Peringkat ini bisa melorot jauh pada tahun 2015 bila tidak dilakukan pengendalian sejak dini. Peringkat ini pun akan digeser oleh bangsa lain yang saat ini di bawah peringkat Indonesia.
Selengkapnya...pdf

Dr Ratnasari Azahari, MPA
Revitalisasi Program KB Nasional Harus Dilakukan

Revitalisasi Program KB harus dilakukan, karena dalam lima tahun terakhir pertumbuhan akseptor KB baru hanya berkisar antara 0,3 persen sampai 0,5 persen, kata Kepala BKKBN, dr Sugiri Syarief, MPA pada peringatan Harganas XIV 2007. Oleh karena itu beliau menargetkan dapat mengembalikan pertumbuhan akseptor KB aktif minimal satu persen mulai tahun 2007. Pernyataan ini hendaknya menjadi perhatian kita semua, yang terlibat dalam mensukseskan program KB Nasional. Memang tidak mudah, tapi dengan keyakinan bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita ingin berhasil, insya Allah harapan kepala BKKBN bisa terwujud, tentu saja disertai modal kerja keras, ulet, pantang menyerah dan doa pastinya.
Selengkapnya...PDF

POSDAYA BERBASIS MASJID MENDUNIA
Dua minggu setelah para peserta Studi Banding (SB) dari berbagai negara, utamanya dari Cina, Iran dan Pakistan, kembali ke negara masing-masing, terbetik berita bahwa diantara mereka akan segera menerapkan pengalaman yang mereka petik dari diskusi dengan para ahli dari Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta, kunjungan lapangan di Indonesia, khususnya di Bantul dan Sleman, serta pengantar yang hangat di Jakarta. Komentar spontan itu sesungguhnya telah mereka sampaikan sewaktu acara penutupan OST, Observation Study Tour, bersama Sekretaris Yayasan Damandiri, Drs. Subiakto Tjakrawerdaya di Yogyakarta. Bahkan sejak dari Jakarta, tatkala mendengarkan sambutan pembukaan oleh Menko Kesra RI, yang diwakili oleh Prof. Dr. Qodri Azizy, MA, Sekretaris Menko Kesra RI, atau saat diterima oleh Kepala BKKBN, Dr. Sugiri Syarief, juga pada saat mendengarkan keterangan Ketua YAMP, Dr. Sulastomo, mereka sangat kagum atas kebersamaan antara Pemerintah dan Organisasi Swadaya Masyarakat menggalang pelaksanaan MDGs secara sungguh-sungguh di daerah pedesaan.



Program Perkassa Menarik Minat UPPKA
Kepedulian besar Kementerian Koperasi dan UKM dalam upayanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para kaum ibu, melalui pengembangan usaha ekonomi produktif yang dikenal dengan nama Program Perkassa ternyata menarik minat UPPKA untuk bisa bergabung. Mengapa menarik, dan apa latar belakang Kementerian Koperasi dan UKM ini membentuk Program Perkassa itu?
Selengkapnya...PDF

Dr dr H Sugiri Syarief, MPA, Kepala BKKBN Pusat
Kesejahteraan Rakyat Harus Dimulai dari KB

Sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanagkan revilatalisasi gerakan program KB (Keluarga Berencana), serta disambut berbagai institusi dan kalangan, Program KB berkembang dan bergairah kembali. Perkembangannya cukup membahagiakan. Presiden menilai betapa pentingnya program KB untuk mendukung upaya-upaya menyejahterakan rakyat. Tanpa ada program KB, kemungkinan upaya-upaya yang dilakukan sangat sulit untuk berhasil. Tetapi dengan bantuan KB, semua bisa kita lakukan dengan lancar dan sukses.

Apresiasi untuk Seorang Anak Bangsa yang Berjasa
Kiprah, konsistensi dan komitmen besar nan panjang terhadap pembangunan ekonomi kerakyatan, khususnya dalam pemberdayaan keluarga bidang ekonomi melalui pengembangan koperasi sebagai upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan di Indonesia secara terus menerus dan berkelanjutan, mengantar mantan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil (Menkop PPK) Drs Subiakto Tjakrawerdaja memperoleh anugerah gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) di bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Dan ia menjadi penerima gelar Dr HC pertama dikeluarkan Unnes.
Selengkapnya...PDF

Semarak KB-PKK digelar di Pandeglang.
Masyarakat Pandeglang, Provinsi Banten pantas berbangga hati, tetapi sekaligus harus mampu menjawab tantangan kedepan dari apa yang dikumandangkan di daerahnya. Awal tahun 1980-an "Safari Senyum" dicanangkan Presiden RI (saat itu Bp.HM.Soeharto) di Istana Bogor. Realisasi di lapangan untuk pertama kali digelar manggala KB dr.Suwardjono Suryaningrat dan DR.Haryono Suyono dengan menggandeng 9 menteri, di Kab.Pandeglang ( dulu termasuk Prop.Jawa Barat). Kini, ketika revitalisasi program KB dikumandangkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Kabupaten Pandeglang, Banten, kembali menjadi tanda dimulainya road show "Semarak KB-PKK" sebagai rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XIV tahun 2007.
Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF

BKKBN HARUS BERANI REVISI PROGRAM YANG SUDAH TIDAK COCOK
Berbekal visi, misi dan grand strategi saja tidak cukup. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) harus memiliki strategi operasional yang bisa dijabarkan dalam program dan kegiatan nyata. Pembicaraan soal strategi operasional BKKBN ini akan terus digodok dalam diskusi pasca Rapat Kerja Nasional Program KB tahun 2007.
Selengkapnya...PDF

Award of Excellence untuk Prof. Dr. Haryono Suyono dari PARTNERS
Mantan Kepala BKKBN/Menteri Kependudukan dan Menko Kesra RI, Prof. Dr. Haryono Suyono, pada Konperensi Internasioanl Kependudukan dan Pembangunan yang diselenggarakan oleh Partners in Population and Development, UNFPA PBB dan Pemerintah Uganda di Kampala, telah menerima penghargaan dunia Award in Excellence karena jasa-jasanya dalam mendirikan dan mengembangkan Partners in Population and Development dan program kependudukan dunia dalam waktu yang lama, setidak-tidaknya yang mencapai puncaknya pada tahun 1994 di Kairo, Mesir.



Pendidikan Pra Nikah Antisipasi Kenakalan Remaja
Gejala rapuhnya sendi kehidupan perkawinan dan keluarga serta merosotnya peran orang tua belakangan ini telah menjadi salah satu penyebab maraknya kasus perceraian. Ujung-ujungnya, kasus kenakalan dan penyimpangan perilaku anak dan remaja dari tahun ke tahun terus meningkat. Untuk mengantisipasi gejala tidak baik ini, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerja sama dengan Departemen Agama menggelar kursus pendidikan pra nikah dan parenting.
Selengkapnya...PDF

Posdaya Jangan Dianggap Saingan
Program Keluarga Berencana (KB) pada lima tahun terakhir ini telah menunjukkan gejala yang membaik. Tetapi masalah penduduk dewasa melipat menjadi tiga kali lebih banyak. Begitu pula dengan penduduk lanjut usia yang empat tahun terakhir ini berkembang sepuluh kali dari keadaan tahun 1970.
Selengkapnya pdf

MEMBANGUN KEMBALI GERAKAN KB DI INDONESIA
Awal minggu ini Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang ke 17 diperingati di Palu, Sulawesi Tengah. Dalam acara akbar yang dipadukan dengan peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat yang ke 7 itu hadir Wakil Presiden RI, Prof. Dr. Boediono dengan Ibu serta tiga orang Menteri yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Sosial dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Hadir pula Ketua Umum DNIKS Prof. Dr. Haryono Suyono yang sehari sebelumnya memberikan paparan dihadapan Peserta Seminar Nasional tentang Pembangunan berbasis Keluarga dan Kearifan Lokal.

JAWA TIMUR BIKIN GEBRAKAN
Minggu lalu, tujuh Rektor dan tiga Ketua LPM mewakili Rektor masing-masing, Ketua Pengurus Daerah PWRI Jawa Timur, Bank BPD dan UMKM Jatim serta jajaran Yayasan Damandiri telah diterima oleh Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, SH, MHum, yang secara mendadak karena harus menghadap Presiden di Jakarta diwakili oleh Wakil Gubernur, Drs. H. Saifullah Yusuf. Pertemuan yang berlangsung hampir dua setengah jam itu membahas langkah-langkah lanjutan dari gerakan Kuliah Kerja Nyata tematik Posdaya yang selama ini telah dilakukan berbagai perguruan tinggi dan pemerintah daerah di Jawa Timur.

Semangat Baru Membangun Keluarga
Akhir bulan lalu, di Jakarta telah berlangsung Kongres Nasional Kependudukan dan Pembangunan yang dibuka oleh Menko Kesra Agung Laksono. Kongres ini dihadiri oleh para pebajat BKKBN Pusat, Propinsi dan beberapa Kepala SKPD, tokoh-tokoh nasional bidang Kependudukan dan KB serta para ahli Kependudukan. Beberapa nara sumber dihadirkan untuk memberikan paparannya yang cukup menarik, antara lain Kepala BKKBN, Sugiri Syarief, Kepala LDFE-UI, Sonny Harry B. Harmadi , Duta Besar MDGs, Nila Moeloek dan beberapa nara sumber lainnya termasuk mantan Kepala BKKBN, Haryono Suyono ikut menyemarakan kongres tersebut.
Selengkapnya...pdf

Menko Kesra Prihatin Penduduk 7 Milyar
Pada akhir Oktober 2011 lalu diperkirakan penduduk dunia telah mencapai angka 7 milyar, dan Indonesia merupakan empat negara yang memberikan kontribusi paling banyak setelah China, India dan USA. Terjadinya pertumbuhan penduduk dunia yang luar biasa ini akibat adanya berbagai kebijakan di masing-masing negara yang menjadikan gerakan pengendalian penduduk mengalami berbagai kendala dan hambatan.
Selengkapnya pdf

3 Solusi Atasi Masalah Kependudukan Global
Program kependudukan saat ini harus anti charity. Pendekatan gratis ditiadakan karena hanya akan meninabobokan masyarakat. Oleh karena itu, perlu ada pendekatan baru untuk pembangunan keluarga dan penduduk menghadapi masalah kependudukan global.
Pendapat tersebut mengemuka dalam Kongres Nasional Kependudukan 2010 yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Jakarta, yang berlangsung selama tiga hari, 23 - 26 Nopember 2010.
Selengkapnya...pdf

Dari HUT ke-13 Yayasan Damandiri di Jakarta:
Gerakan Seribu Posdaya, Solusi Pengentasan Kemiskinan

Menyambut HUT ke-13 Yayasan Damandiri, Radio DFM mengudarakan program Haryono Show Special yang dipancarkan langsung di Gedung Granadi di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada 15 Januari 2009 lalu dalam kemasan berbeda. Bertajuk "Gerakan seribu Posdaya, Solusi Pengentasan Kemiskinan," dialog Haryono Show Spesial ini terkesan akrab dan santai, dipandu langsung oleh Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono, didampingi reporter Radio DFM Riri Wijaya.
Selengkapnya...PDF


POSDAYA DAN MDGs MASUK KALBAR
Minggu lalu, dalam kesempatan Rapat Kerja Daerah Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana di provinsi Kalimantan Barat, yang dibuka oleh Wakil Gubernur, Drs. Christiandy Sanjaya, SE, MM, mewakili Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH, telah ditegaskan bahwa Kalimantan Barat siap melaksanakan Instruksi Presiden nomor 3 tahun 2010 tentang pencapaian target MDGs melalui Posdaya di desa-desa. Wakil Gubernur didampingi pula oleh Wakil Ketua DPRD Kalbar, Ir. H. Prabasa Anantatur, MH., serta 14 Bupati/Walikota, Pimpinan TNI ABRI, Polisi, Ketua Tim Penggerak PKK, dan seluruh Kepala SKPD terkait dengan pembangunan keluarga, Kesehatan, Pendidikan, agama dan lainnya, dari seluruh Kalbar, merasa beruntung mendengarkan paparan Ketua Yayasan Damandiri tentang upaya penuntasan sasaran MDGs melalui Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang didukung oleh Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Posdaya yang akan dilaksanakan oleh Universtias Tanjungpura yang dipimpin oleh Rektornya, Prof. Dr. Thamrin Usman, DEA bersama perguruan Tinggi lainnya di Kalbar.



Posdaya Dukung Pengentasan Kemiskinan Daerah Tertinggal
Jumlah penduduk miskin di Indonesia sekitar 35 juta jiwa dan 43 persen diantaranya atau sekitar 10 juta jiwa berada di daerah tertinggal. Mereka perlu mendapat perhatian dari seluruh komponen masyarakat dan Pemerintah daerah tertinggal. Hingga saat ini, di seluruh Indonesia ada 70 ribu desa dan sekitar 32 ribu desa termasuk daerah yang tertinggal. Lalu dimana peran Program Posdaya dalam mendukung pemerintah memajukan "kehidupan" daerah-daerah tertinggal? Mampukah Posdaya mampu "berbicara"?

Lansia Harus Ber-KB
Dari 24 juta penduduk lanjut usia di Indonesia, hanya 10 persen yang bermasalah. Bahkan berdasar data Departemen Sosial, hanya 4 juta lansia yang bermasalah. Namun dari 4 juta tersebut hanya 100 orang yang terjangkau oleh pemerintah. Sungguh malang nasib lansia yang terabaikan oleh keluarganya.
Selengkapnya pdf

KASIH Solusi Percepat Capai MDGs
Komitmen perguruan tinggi dengan dukungan pemerintah daerah, alim ulama, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pers terhadap Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang digagas Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono menjadi bagian penting dalam upaya pencapaian delapan target dan sasaran Millennium Development Goals (MDGs).
Selengkapnya...pdf

MAJLIS MUSLIMAT AL-WASITHIYAH PINTU PEMBUKA IMAN
Hangat, itulah nuansa kehidupan masyarakat di seputar Kota Metropolitan Jakarta yang dikenal "panas". Demikian juga Kota Depok yang berkembang pesat sejak Perumnas Depok I dibangun tiga dasawarsa lalu, diresmikan Presiden RI Ke II HM Soeharto, 12 Agustus 1976. Di tengah hiruk pikuknya pembangunan, Kota Depok tergolong semakin sejuk ketika sebagian masyarakatnya mulai tergugah dan tekun memperdalam agama yang diyakininya.
Selengkapnya...PDF



Remaja Indonesia Hadapi 3 Risiko Besar
Keberadaan Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK KRR) makin ditunggu-tunggu. Selain diharapkan mampu menjawab permasalahan remaja, juga mempersiapkan remaja mengembangkan kemauan dan kemampuan positifnya. Dalam waktu dekat, PIK KRR bukan hanya ada di sekolah maupun Puskesmas - seperti yang ada pada umumnya - tetapi juga dikembangkan di setiap kecamatan di tempat-tempat yang cukup diminati remaja, seperti di masjid, mall dan lain-lain.

Gubernur DKI Jakarta
Kukuhkan 2.674 PPKB Tingkat RW

Komitmen dan konsistensi Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dalam upayanya mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pantas mendapat acungan jempol. Belum lama ini, melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengangkatan Pembantu Pembina Keluarga Berencana Tingkat Rukun Warga, Gubernur mengukuhkan sebanyak 2.674 Pembantu Pembina Keluarga Berencana (PPKB) dalam acara Gebyar Percepatan Pemberdayaan Masyarakat Provinsi DKI Jakarta 2012 di Balai Samudera Jakarta.
Selengkapnya pdf

KB Jadi ‘Life Still’ Warga DKI Jakarta
Kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo telah mengantarkan pada pencapaian program Keluarga Berencana yang membaik. Itu sebabnya pantas mendapat penghargaan Satya Lencana Wirakarya, yang sejatinya diserahkan pada Juli 2011 lalu bertepatan peringatan Hari Keluarga Nasional di Bandung, Jawa Barat.
Selengkapnya pdf

Program KB Harus Diperkenalkan sebagai Program MDGs
Asia Population and Development Association (APDA) diyakini telah ikut memberikan dorongan kepada parlemen di seluruh Asia untuk memberi dukungan terhadap program Keluarga Berencana (KB). Hal tersebut diungkapkan Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono pada pertemuan internasional tentang kependudukan dan pembangunan yang digelar APDA pada 2 Mei 2009 lalu di Hotel Crown, Jakarta.
Selengkapnya...PDF

MEMBANGUN ALIANSI UNTUK PEMBERDAYAAN
Menurut rencana pada Hari Selasa tanggal 13 Februari 2007 nanti, para pemimpin Moslem dari seluruh dunia akan bertemu di Bali untuk membicarakan dukungan pemimpin dan ummat Islam seluruh dunia dalam menempatkan manusia sebagai titik sentral pembangunan. Pertemuan ini digagas untuk memanfaatkan momentum dunia yang telah sepakat untuk menggerakkan pembangunan manusia dalam kerangka Millennium Development Goals (MDGs) yang secara eksplisit mempunyai tujuan untuk mengentaskan kemiskinan, utamanya melalui peningkatan keluarga kurang mampu terhadap akses di bidang kesehatan, pendidikan dan kesempatan usaha yang bisa memberi nilai tambah untuk membangun keluarga yang sejahtera.

Dari Konferensi Pemimpin Muslim Internasional di Bali:
Meningkatkan Dukungan Tokoh Agama
Terhadap Kesehatan Reproduksi dan KB

Pada tanggal 12 - 17 Februari 2007 lalu, Indonesia mendapat kehormatan kembali menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Pemimpin Muslim dalam mendukung kependudukan dan pembangunan untuk mencapai Millenium Development Goals (MDGs) atau The International Conference of Moslem Leaders to Support Population and Development to Achieve the MDGs di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Bali. Konferensi yang menghadirkan 90 tokoh agama dari 17 negara ini sebelumnya pernah pula digelar di Aceh dan Yogyakarta.
Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF

Page: <Prev 1 2 3 Next>
 

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra


Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@gemari.or.id
Copyright © 2003 gemari.or.id
designed by Gemari Online