Edition 163/XV/2014
 Search    Edition
Cari Artikel
 
Select Edition     
 

KHOFIFAH: MENGABDIKAN DENGAN IKHLAS
Beragam penyuluhan bagi masyarakat pedesaan telah lama dilakukan para kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Semua itu dilaksanakan tanpa imbalan jasa dan mengharap pamrih dari masyarakat. Pada pertemuan kader IMP dan LPKB beberapa waktu lalu di kantor BKKBN Jakarta, Dra Hj Khofifah Indar Parawansa, kepala BKKBN, memandang tugas yang diemban IMP dan LPKB merupakan pilar utama pembangunan.

WALIKOTA BITUNG BANTU KADER KB/PLKB
Walikota Bitung Milton Kansil menyerahkan dana bantuan operasional sebesar Rp.12 juta bagi kader KB dan PLKB di 60 kelurahan. Usai acara penyerahan dilanjutkan Rakerda Program KB dan Pembangunan Keluarga Sejahtera diikuti 150 peserta utusan dari 60 kelurahan, 5 kecamatan dan instansi terkait.

IPeKB Rintis Posdaya di Tanjung Balai
Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara memiliki keunikan sendiri dalam menggiatkan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang nyaris mati suri. Bukan rahasia lagi, PLKB era kini banyak yang beralih ke pekerjaan lain. Berpindah tempat, bukan berarti pindah ke lain hati.

Ada Apa dengan PLKB?
Begitu BKKBN 'didaerahkan' sesuai Undang-Undang Otonomi Daerah, petugas Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang biasa rajin menyemarakkan program KB seperti hilang suaranya. Begitu besarkah dampak psikologis otonomi daerah bagi kelangsungan hidup para petugas PLKB yang sebelumnya menjadi ujung tombak keberhasilan program KB di Indonesia?



Program KB Penuhi Sasaran MDGs
Keberhasilan program KB ditandai dengan jumlah penduduk seimbang. Namun hal ini baru bisa benar-benar terjadi pada 30-40 tahun yang akan datang. Hal ini ditandai dengan pertambahan penduduk tanpa pertumbuhan atau jumlah penduduk status. Artinya, pengganti ibu hanya satu anak wanita. Karena bisa saja dalam satu keluarga ada dua lelaki, tapi kalau dikalkulasikan jumlah anak perempuan cukup 23 juta dari 43 juta keluarga.
Selengkapnya...pdf

Kader IMP Perlu Perluas Wawasan
Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional XII tahun 2005 lalu, Kepala BKKBN Pusat Dra Sumarjati Arjoso, MPH menerima sekitar 60 Kader Terbak Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) yang tersebar di 31 provinsi. Dari hasil pertemuan ini terlihat semangat kebersamaan mereka memberdayakan masyarakat sekitarnya.

PLKB/PKB MOTOR PENGGERAK PROGRAM KB DI LINI LAPANGAN.
Otonomi Daerah (OTDA), diterapkan sejak bulan Januari 2004. Sebagai konsekwensi logis sebagian kewenangan Pusat termasuk Program KB Nasional di Kabupaten/Kota pengelolaannya diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota. Oleh karena itu sejak awal tahun 2004, P3D (Personal, pembiayaan, perlengkapan dan dokumentasi) BKKBN Kab/Kota diserahkan oleh BKKBN Pusat kepada Pemerintah Kab/Kota.

Jangan Asal Berkeluarga
Dengan adanya kecanggihan teknologi, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah mengembangkan network IT-nya sampai ke kecamatan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), sehingga perintah dari pusat ke daerah-daerah itu jelas.

Berharap Posdaya Bangkitkan Kembali PLKB
Sejumlah usaha kecil menengah (UKM) di Bali mengharapkan Yayasan Damandiri bisa menyalurkan kredit lunak langsung ke BKKBN melalui Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB)-nya. Kiprah Prof Dr H Haryono Suyono selaku Ketua Yayasan Damandiri semasa menjabat Kepala BKKBN masih membayangi harapan para pengusaha kecil itu, agar peran PLKB bisa seperti dulu lagi. Tidak hanya memberi penyuluhan KB dan kesehatan, tapi PLKB pun ikut mencari pinjaman modal untuk kelangsungan usaha mereka.
Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF

BKKBN Bali Siap Dukung Posdaya
Gerakan pemberdayaan masyarakat melalui Posdaya nampaknya optimis dapat berjalan dengan baik seperti di daerah-daerah lainnya. Perguruan tinggi, BKKBN maupun pemda kabupaten sudah siap memberikan dukungannya.
Selengkapnya pdf

Pendataan Keluarga Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Selain para pejabat aktif yang didatangi para petugas Pendataan Keluarga tahun 2001, mantan Menko Kesra dan Taskin Prof DR Haryono Suyono pun pada 24 Oktober lalu menerima para petugas pendataan tersebut, yakni tiga kader Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kodya Jakarta Selatan. Bahkan tak kepalang tanggung, tiga kader PLKB yang berkunjung ke rumah mantan Kepala BKKBN itu didampingi Kepala BKKBN DKI Jakarta Dra Kasmiyati, MSc dan Kepala BKKBN Kodya Jaksel Ir Tuty Kusumawati dan staf mereka.

PLKB Dorong Keluarga Miskin
Jadi Saudara Angkat Keluarga Kaya

Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) sekarang ini diharapkan mampu membawa intervensi untuk pembangunan keluarga. Tidak sekadar membawa alat kontrasepsi, tapi membawa pegawai dinas; dinas koperasi, dinas kesehatan, dinas pendidikan dan dinas terkait lainnya untuk memberikan penyuluhan dan solusi pengentasan kemiskinan sampai ke tingkat akar rumput (grassroot).
Selengkapnya pdf

Hari Keluarga Nasional
Akhir bulan lalu Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dipimpin oleh Rektornya Prof Dr Rochmat Wahab, MPd, MA, memutuskan untuk menggalang kerja sama dengan Yayasan Damandiri dan berbagai pemerintah kabupaten dan kota di Yogyakarta dan sekitarnya guna mengirimkan sekitar 2000 mahasiswa untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Posdaya.
Selengkapnya...pdf

46.000 Guru di Daerah Terpencil Jadi PLKB
Dampak pertumbuhan penduduk yang cepat sangat berpengaruh terhadap pendidikan dan ketahanan pangan. Terutama dengan adanya urbanisasi yang menyebabkan terjadinya perubahan struktur penduduk kota dengan desa. Namun dengan tersosialisasinya program Keluarga Berencana (KB) di perkotaan, jumlah anak yang dilahirkan kaum perempuan cenderung semakin sedikit. Hal ini antara lain disebabkan partisipasi pendidikan kelompok perempuan saat ini cukup meningkat.
Selengkapnya...pdf

Pendekatan Banjar Jadi Contoh Sukseskan Program Posdaya
Untuk menyukseskan program Posdaya yang akan diluncurkan 2007 mendatang, Yayasan Dana Sejahtera Mendiri (Yayasan Damandiri) akan mencontoh Provinsi Bali yang sukses menyelenggarakan Program Keluarga Berencana (KB) melalui pendekatan Banjar. Selengkapnya1...PDF
Selengkapnya2...PDF

PLKB Agen Petugas Pemberdayaan Keluarga
Pembangunan keluarga melalui Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) ternyata memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Pesatnya pembangunan bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lingkungan namun tidak diiringi dengan pembangunan keluarga yang maksimal tidak akan terlalu berdampak pada upaya pengentasan kemiskinan di tanah air. Itulah sebabnya, pada Kamis sore 12 Juni 2014 lalu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat melakukan penguatan kemitraan dan mengoptimalkan peran penyuluh keluarga berencana dengan menggelar acara Sarasehan Peningkatan Kompetensi Bagi Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) se-Indonesia.

Raih Mimpi Setelah 19 Tahun Jadi PLKB
Bila ingin menjadi kaya atau sukses, janganlah jadi pekerja lapangan seperti tenaga penyuluh lapangan, seperti di bidang program keluarga berencana (PLKB) semata tanpa memiliki pekerjaan sampingan lainnya. Seorang PLKB tak bedanya dengan pekerja sosial yang mengedepankan pengabdian murni. Ini hanya bisa dilakoni oleh pemilik mental baja, jiwa pejuang tinggi, dan siap untuk tidak kaya secara materi. Pendapat ini bisa jadi benar dan bisa jadi salah.

Keluarga-keluarga dalam Posdaya Peroleh Akses Bank
Sekarang ini, menurut Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono, sudah dihidupkan lagi dengan Inpres Nomor 3 Tahun 2010, yaitu pembangunan berkeadilan dan berbasis keluarga. Ukurannya adalah ukuran yang sudah disampaikan pak bupati yaitu tidak miskin lagi dan sejahtera.
Selengkapnya pdf

Perencanaan Strategis Tim Penggerak PKK
Untuk mempertahankan eksistensi organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Tim Penggerak PKK perlu punya perencanaan strategis dalam menjalankan organisasinya sesuai dengan misi dan visinya, sehingga dapat dijadikan program kerja dalam memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ini dikemukakan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta Rini Sutiyoso di sela-sela acara Rapat Kerja Daerah PKK DKI Jakarta serta penandatangan MOU antara PKK dengan BKKBN DKI Jakarta, yang di buka Gubernur Provinsi DKI Jakarta Sutiyoso di Jakarta.

KEGIATAN WAKIL KETUA I YAYASAN DAMANDIRI
(Prof DR Haryono Suyono) Maret 2005

3 Maret 2005 10:00 Wib Penandatanganan MOU antara UNAIR dan Perhutani
5-8 Maret 2005 Annual Metting of International Advissory Committe
21 Maret 2005 Seminar Pengembangan SDM di Kota Bengkulu

Semarak KB IBI Pertama Kali Digelar di Kemayoran
Semarak KB yang dicanangkan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Daerah (BKKBD) Provinsi DKI Jakarta, diselenggarakan secara terpadu bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang memiliki ratusan akseptor di beberapa Klinik IBI, minggu kedua April lalu, di Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Selengkapnya...PDF

Gubernur Bali Komjen (Purn) Polisi I Made Mangku Pastika
Bali Kembangakan Posdaya Berbasis Banjar

Banjar-banjar di Provinsi Bali semakin ramai dengan gerakan pemberdayaan masyarakat melalui Posdaya. Bersama perguruan tinggi dan BKKBN, dan pemda kabupaten seluruh Bali memberikan dukungan forum silaturahmi pemberdayaan ini.
Agar angka kemiskinan bisa turun lagi, Gubernur Bali Komjen (Purn) Polisi I Made Mangku Pastika menggandeng Ketua Yayasan Damandiri Jakarta, Prof Dr Haryono Suyono, mendirikan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya).
Selengkapnya pdf

‘Sharing Budget’ Solusi Pendanaan KB di Daerah
Pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) di provinsi Kalimantan Selatan masih terkendala oleh banyak hal. Antara lain, tidak semua kabupaten/kota mengalokasikan APBD-nya untuk program KB. Oleh karena itu, perlu dilakukan sharing budget bersama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dan kota.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Ariffin kepada Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat dr Sugiri Syarief, MPA disela acara kunjungan Road Show Semarak Gotong Royong KB-PKK di Kalimantan Selatan, awal Juni 2008 lalu.
Selengkapnya...PDF

UPPKS Sambut Baik
Harapan Prof Haryono

Kepala BKKBN Jawa Timur Drs H Muhammad Is, MM, menyambut baik harapan Prof Haryono Suyono untuk mendorong UPPKS menjadi koperasi. "Sekarang sudah saatnya," ucap Muhammad Is yakin sembari menambahkan dengan UPPKS ditingkatkan badan hukumnya secara legal menjadi koperasi, kesempatan untuk mengembangkan kegiatan usaha ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya akan lebih terbuka. Bahkan, dengan koperasi kalau mereka membutuhkan untuk menambah modal untuk mengembangkan usaha dapat mengajukan kredit ke Bank, atau ke lembaga yang lain.

Data Keluarga BKKBN Multifungsi
Pendataan keluarga yang biasa dilakukan BKKBN setiap tahun, boleh jadi merupakan salah satu sumbangan yang kaya manfaat. Pada tingkat lapangan, data keluarga yang memuat jumlah keluarga pra sejahtera di Indonesia hingga tingkat RT (Rukun Tetangga) telah dijadikan sebagai sasaran pelaksanaan program pemberdayaan keluarga. Diantaranya, OPK Beras, Subsidi BBM, pelayanan kesehatan gratis, bantuan Beasiswa, pemberian bantuan modal Kredit Usaha Keluarga Sejahtera (Kukesra), serta sasaran kegiatan bakti sosial dari segenap instansi pemerintah dan LSM.

Kota Jambi Harus Segera Kembangkan Posdaya
Gerakan Jambi Emas merupakan garapan dari Gubernur Jambi Hasan Basri Agus. Gerakan Jambi Emas ini harus selesai pada tahun 2015. “Untuk itu di Jambi, khususnya Kota Jambi, harus segera mengembangkan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Peserta pelatihan Posdaya setelah kembali ke Jambi segera membentuk Posdaya,” harap Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono ketika menerima peserta pelatihan Posdaya di gedung Siti Padmirah Silver College, Jakarta, 25 Nopember 2013 lalu.

Posdaya Tempatkan Penduduk dan Keluarga
Titik Sentral Pembangunan

Memasuki tahun 2011, program Keluarga Berencana (KB) lebih banyak mengalami tantangan dibanding sebelum tahun 2005. Pasalnya, dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi dan tingkat kematian yang rendah mengakibatkan jumlah penduduk sulit turun. Di sinilah perlunya Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) untuk mewaspadai terjadinya ledakan penduduk.
Selengkapnya...pdf

Sinergi Bukopin, Damandiri dan Pemda Brebes
Berkat memiliki komitmen sama antara Bank Bukopin dan Yayasan Damandiri dalam hal pemberdayaan ekonomi mikro, khususnya yang berada di pedesaan, Bank Bukopin Cabang Tegal, Jawa Tengah, akan terus mengembangkan prograam tersebut. Sebagai upaya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



BKKBN dan PLKB Provinsi Sumbar
Galakan Posdaya Berbasis UPPKS

Keberadaan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) menjadi angin segar bagi jajaran BKKBN dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Provinsi Sumatera Barat. Pasalnya, BKKBN yang saat ini menjadi Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional, bukan lagi fokus pada bidang kesehatan reproduksi semata, tetapi harus mencakup delapan fungsi keluarga. Itulah sebabnya guna mengupas hal itu, sekaligus meningkatkan pengetahuan jajaran BKKBN terutama para PLKB, pada 12 sampai 16 September 2011 lalu digelar Pelatihan Pendampingan Kelompok UPPKS se-Provinsi Sumatera Barat.
Selengkapnya pdf

Pendataan Keluarga 2001 Terapkan Metode ‘Scaning’
Hasil pendataan keluarga Indonesia yang dilakukan BKKBN sejak April lalu, ternyata tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Meski begitu, cukup banyak instansi atau lembaga terkait memanfaatkan data mikro ini, khususnya untuk penyaluran bantuan bagi keluarga miskin. Karena antusiasme itulah, BKKBN berupaya memperbaiki kinerja pendataan keluarga (Oktober 2001) tahun ini, agar menjadi lebih baik. Yaitu, melalui pendataan scaning. Konon, metode ini terbilang cukup canggih dan bisa mengakses data lebih cepat.

Sinergi Bukopin, Damandiri dan Pemda Brebes
Berkat memiliki komitmen sama antara Bank Bukopin dan Yayasan Damandiri dalam hal pemberdayaan ekonomi mikro, khususnya yang berada di pedesaan, Bank Bukopin Cabang Tegal, Jawa Tengah, akan terus mengembangkan prograam tersebut. Sebagai upaya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF

Kota Surabaya
Galang 3 Kekuatan Bentuk Posdaya

Dalam waktu tiga bulan, Kota Surabaya berhasil mengembangkan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) dengan menggunakan tiga kekuatan kader. Kekuatan pertama, melalui peran kader yang dibentuk oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kekuarga Berencana (BPMKB) Kota Surabaya. Kekuatan kedua adalah para petugas lapangan KB (PLKB). Sedang kekuatan ketiga adalah universitas. Melalui tiga kekuatan ini, telah terbentuk 160 Posdaya dari 1600 kelurahan yang ada di Kota Surabaya.
Selengkapnya pdf

Semarak KB Senyuman Nyaman
Peluncuran "Semarak KB" yang dicanangkan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Daerah (BKKBD) Provinsi DKI telah menjangkau Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada10 Maret 2008 lalu. Kegiatan ini disambut antusias dengan pelayanan berkualitas yang enjoy, tersenyum nyaman.
Selengkapnya...PDF



UNS Tetap Komit Bantu Pemkab Boyolali
Menurut Pembantu Rektor IV Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Dr Widodo Muktiyo, SE, Mcomm, Prof Dr Haryono Suyono merupakan ilmuwan yang bisa menerapkan ilmunya. Karena beliau ini adalah sosiologi komunikasi yang mengembangkan konsep-konsep pembangunan komunikasi.
Selengkapnya pdf

Proyek Percontohan Pemberdayaan Masyarakat DKI Jakarta
Meskipun masih merupakan barang baru, keberadaan Dewan Kelurahan (Dekel) saat ini cukup diperhitungkan. Karena sebagai mitra Kepala Kelurahan, andilnya dalam memajukan kehidupan bermasyarakat di lingkungannya cukup besar, terlebih beberapa dana bantuan untuk masyarakat dalam upaya pemulihan ekonomi pasca krisis ekonomi disalurkan oleh pemerintah DKI Jakarta melalui Dewan Kelurahan.

315 Mahasiswa Unitas Padang Gelar KKN Tematik Posdaya
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) kian diminati berbagai perguruan tinggi di tanah air. Buktinya, pada acara Ramah Tamah antara Rektor dan Keluarga Besar Universitas Tamansiswa (Unitas) Padang, Sumatera Barat, dengan Pengurus Yayasan Damandiri, Senin 12 September 2011 lalu, dibeberkan pelaksanaan KKN Tematik Posdaya oleh 315 mahasiswa Unitas Padang. Mereka disebarkan di sembilan kabupaten/kota Provinsi Sumatera Barat.
Selengkapnya pdf

‘Apakah Sekeluarga Makan 3 Kali Sehari?’
Pendataan Keluarga 2001 di Rumah Ketua DPR-RI Ir Akbar Tandjung:

Pendataan keluarga 2001 yang dilaksanakan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dirancang dengan sistem berbasis pada penggunaan informasi teknologi. Melalui metode scaning yang mampu mengolah data dengan kecepatan 220 lembar bolak-balik per menit, data mikro BKKBN diharapkan mampu melengkapi kebutuhan para pengguna data.


Gorontalo Unggulan Raih “Posdaya Award”
Ketua Yayasan Damandiri Pof Dr Haryono Suyono menegaskan "Mutiara Bangsa" bisa berasal dari masyarakat. Bisa dari pengurus Posdaya yang berhasil mengisi kegiatan-kegiatan dengan pengentasan kemiskinan, menurunkan angka kematian ibu hamil/melahirkan dan membangun lingkungan yang kondusif. Penegasan tersebut disampaikannya pada pelepasan mahasiswa KKS Tematik Posdaya Universitas Negeri Gorontalo awal Juli, Rabu 7 Juli 2010.
Selengkapnya...pdf

BKKBN HARUS CEPAT, TEPAT DAN KOMITMEN
Dari Hasil Rakernas BKKBN 2002 di Jakarta:
Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) yang menjadi cita-cita Gerakan KB Nasional, seringkali diukur dari segi kuantitas atau dari tipikal jumlah anak yang dilahirkan oleh sebuah keluarga. Sehingga, meski program KB telah didengungkan sejak tahun 70-an, tetap saja masih ada anggapan miring dari sebagian masyarakat bahwa program unggulan BKKBN ini sia-sia. Toh, jumlah keluarga yang memiliki anak lebih dari lima masih cukup banyak, dan jumlah penduduk dari tahun ke tahun terus meningkat.

Gerakan Pembangunan dengan Pasukan Khusus
Hari Raya Idul Fitri 1434 H kita peringati dengan perasaan penuh kegairahan untuk kembali bekerja cerdas dan keras membangun bangsa. Kenangan indah itu dicampuri perasaan gundah karena ada perubahan yang menarik. Jumlah anak-anak di bawah lima tahun, dan di bawah 24 tahun, sepanjang perjalanan pulang kampung terasa marak dan menimbulkan tanda tanya apakah mereka bisa memperoleh kesempatan sekolah, bisa mengikuti kursus ketrampilan atau apakah terbuka lapangan kerja yang siap menolong anak-anak dewasa itu untuk maju.

GERAKAN PEMBANGUNAN DENGAN PASUKAN KHUSUS
Hari Raya Idul Fitri 1434 H kita peringati dengan perasaan penuh kegairahan untuk kembali bekerja cerdas dan keras membangun bangsa. Kenangan indah itu dicampuri perasaan gundah karena ada perubahan yang menarik. Jumlah anak-anak dibawah lima tahun, dan dibawah 24 tahun, sepanjang perjalanan pulang kampung terasa marak dan menimbulkan tanda tanya apakah mereka bisa memperoleh kesempatan sekolah, bisa mengikuti kursus ketrampilan atau apakah terbuka lapangan kerja yang siap menolong anak-anak dewasa itu untuk maju.


IPDN Rokan Hilir
Gelar Seminar Arah Kebijakan Pembangunan di Desa

PEMBANGUNAN di pedesaan menjadi komit-
men pemerintah dalam melaksanakan pembangunan nasional. Untuk mendapatkan berbagai masukan terkait upaya dan strategi pembangunan di pedesaan, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Riau di Rokan Hilir, pada 1 Desember 2011 lalu menyelenggarakan seminar bertema Arah Kebijakan Pembangunan di Desa .
Selengkapnya pdf

Dari OST BPMPKB Kendal, Jateng
UPPKS Kendal Pelopor Posdaya Berbasis Ekonomi

Observation Study Tour (OST) dan Pelatihan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) terus mendapat perhatian berbagai kalangan dari pelosok tanah air. Pada Kamis siang 17 April 2014 lalu giliran Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, yang menjadi angkatan ke-68 peserta kegiatan ini.

Seniman Reog Kembangkan Program KB Di Jawa Barat
Banyak cara untuk mengembangkan informasi program KB. Selain melalui petugas formal, seperti oleh petugas lapangan keluarga berencana (PLKB), juga dapat ditempuh lewat jalur informal, seperti dilakukan Kepala BKKBN Propinsi Jawa Barat, Drs. H. Hertog N. Saud, MPA. la menggaet para "seniman reog" yang tergabung dalam Paguyuban Seni Reog (Paser) Jawa Barat.

MEMBANGUN KETAHANAN BERSAMA RAKYAT
Di masa lalu, dalam banyak kesempatan pembangunan rakyat di desa-desa memperoleh pendampingan dari berbagai kalangan. Para pendamping itu berasal dari kalangan muda, mahasiswa, pegawai negeri sipil, para isteri pejabat, termasuk dari kalangan militer. Para pendamping itu ada yang menetap di pedesaan seperti para Petugas Lapangan KB (PLKB), Petugas Lapangan Pertanian (PPL) dan lainnya. Para guru di desa, para bidan di desa, para tenaga perawat, dan pendamping pembangunan lain yang jumlahnya tidak sedikit.
Selengkapnya...PDF

KEPALA BKKBN SUGIRI SYARIEF :
TINGKATKAN SEMANGAT KEBERSAMAAN UNTUK SUKSES KB

BKKBN Pusat akan mengusung tiga prioritas utama dalam menggalakkan program Keluarga Berencana agar berkibar kembali. Tiga prioritas utama itu pertama, mengembangkan visi dan misi sesuai perubahan zaman. Kedua, merevitalisasi organisasi agar mampu mengemban peran dan tanggung jawab yang dibebankan oleh pemerintah. Ketiga, mengembangkan program kemitraan agar bisa mengcover berbagai langkah program dalam mendapatkan akseptor KB sebanyak-banyaknya.

Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono
Dirikan Posdaya di Mana-mana

Memperingati Hari Keluarga Nasional ke-18 tahun 2011, Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan seminar dan lomba paduan suara tingkat Provinsi Jawa Tengah. Acara yang berlangsung sehari, tepatnya pada 18 Juni 2011 itu, mengambil tempat di Hall Office Masjid Agung, Jawa Tengah.
Selengkapnya pdf

3 Solusi Atasi Masalah Kependudukan Global
Program kependudukan saat ini harus anti charity. Pendekatan gratis ditiadakan karena hanya akan meninabobokan masyarakat. Oleh karena itu, perlu ada pendekatan baru untuk pembangunan keluarga dan penduduk menghadapi masalah kependudukan global.
Pendapat tersebut mengemuka dalam Kongres Nasional Kependudukan 2010 yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Jakarta, yang berlangsung selama tiga hari, 23 - 26 Nopember 2010.
Selengkapnya...pdf

Dari MoU Yayasan Damandiri dengan BKKBN di Jakarta:
Damandiri Akan Beri Penghargaan Mahasiswa hingga Rp 50 Juta

Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) bersama Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat melakukan kerja sama dalam menggerakkan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Kesepakatan bersama (MoU) ini ditandatangani oleh Kepala BKKBN dr Sugiri Syarief, MPA dan Wakil Ketua I Yayasan Damandiri Prof Dr H Haryono Suyono di hadapan seluruh peserta Pasca Rapat Kerja Program Keluarga Berencana Nasional tahun 2007 pada 7 Februari 2006 lalu di auditorium BKKBN Pusat, Halim Perdana Kusuma, Jakarta.
Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF

Cianjur Siap Kembangkan Posdaya
Pembangunan penduduk dan pemberdayaan keluarga Indonesia menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam upaya mencapai target-target dan sasaran Millennium Development Goals (MDGs) yang harus tuntas pada tahun 2015 mendatang. Itulah sebabnya, pembangunan kependudukan harus berorientasi bukan hanya sukses KB tetapi juga sukses MDGs dengan indikator meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia.
Selengkapnya...pdf

Sinergi UIN Sultan Syarif Kasim Riau dengan BKKBN
Bentuk Posdaya di 12 Kabupaten

Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau bersinergi dengan BKKBN dan jajarannya. Kedua instansi ini membentuk Pos Pemberdayaan Keuarga (Posdaya) di pedesaan, melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Posdaya dan Petugas Lapangan (PLKB).

Tanpa KB Pembangunan Kurang Bermakna
Keberhasilan penekanan laju pertumbuhan penduduk selalu terkait dengan kinerja Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang telah berdiri sejak tahun 70-an. Selama tiga dasawarsa lebih, BKKBN telah memberi andil besar dalam meningkatkan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Namun seiring perputaran waktu, peran BKKBN di era otonomi daerah saat ini terkesan kurang terdengar gaungnya. Upaya-upaya apa saja yang perlu dilakukan agar BKKBN kembali berjaya?

Visi Dinas KBS Kabupaten Ciamis:

‘Kulawarga Ciamis Mulus Turunanna…’
Otonomisasi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di daerah mulai mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat. Antara lain pemerintah daerah kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang pada tanggal 13 Januari 2003 lalu telah merangkul BKKBN kabupaten Ciamis menjadi bagian dari dinas instansi Pemda. Dan mulai saat itu pula nama BKKBN berubah menjadi Dinas Keluarga Berencana dan Sejahtera (Dinas KBS).

Posdaya Percepat Pencapaian Target MDGs Riau
Pencapaian target MDGs 2015 saat ini menjadi perhatian nasional tapi juga harus diterapkan di Riau sebagai daerah yang berkembang pesat. Komitmen ini harus terwujud dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dengan adanya Posdaya di Riau bisa lebih mempercepat pencapaian target MDGs di Riau.
Selengkapnya pdf

Keluarga Kecil Sejahtera Nyaris Tak Terdengar
Keluarga Berencana atau KB jangan hanya diartikan pelayanan kontrasepsi. Karena program KB sebenarnya memiliki makna filosofis menggerakkan masyarakat. Tak diragukan, dari program KB inilah bermunculan kegiatan-kegiatan pemberdayaan di masyarakat seperti Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), Bina Keluarga Balita (BKB) dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). Dan masyarakat pun diajak berbondong-bondong mengikuti kegiatan ini.
Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF

Berharap KB Kembali ke Asal
Keberadaan kantor Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di daerah mengalami stagnan sejak diberlakukannya otononomi daerah. Proses penyerahan sampai tingkat kabupaten/kota cukup memakan waktu lama hingga pegawai BKKBN terkatung-katung dibuatnya. Dengan dikeluarkannya PP Nomor 38 tahun 2007 makin menegaskan program KB itu penting dan menjadi kewenangan pemerintah daerah.



Produk UPPKA Cempaka Isi Konter Pasar Modern
Nikmatnya bir pletok mampu menghangatkan badan dikala suasana dingin, dan badan pun terasa kembali segar. Demikian juga dengan jahe instan yang dapat menambah daya tahan tubuh dari serangan penyakit flu. Yang tak kalah menarik adalah makanan kecil keripik pisang dan keripik aneka buah-buahan lainnya. Semua itu merupakan beberapa hasil produksi Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) Cempaka.
Selengkapnya...PDF

BKKBN LAMPUNG PEDULI PENDIDIKAN ANAK PRASEJAHTERA
Gubernur Provinsi Lampung Sjachroedin ZP Kamis 23 Maret 2006 akan membuka Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Program KB Nasional Provinsi Lampung. Rakerda dihadiri Deputi Informasi Keluarga dan Pemaduan Kebijakan Program (IKPK) Drs.Mazwar Nurdin mewakili Kepala BKKBN Pusat, Direktur Institusi dan Peran Serta Masyarakat BKKBN Pusat Drs.Hardiyanto, kepala-kepala Dinas/Instansi Propinsi dan Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung.

Photo rangkaian Kegiatan Rakerda Program KB Nasional
Provinsi Lampung Tahun 2006


Pancangkan Panji-Panji “UNG Kampus Peradaban”
Peserta Kuliah Kerja Sinergi Pemberdayaan Masyarakat (KKS) Tematik Posdaya tahun 2010 diminta menjalankan tugas dengan baik. Diharapkan pada awal Agustus 2010 semua desa tempat lahan KKS sudah mempunyai Posdaya, yang di Gorontalo sudah dimulai dari Kabupaten Boalemo. Mahasiswa juga diharapkan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Untuk itu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) SKPD diharapkan dapat mendukung kegiatan mahasiswa ini. Harapan tersebut disampaikan Rektor UNG Prof Dr Nelson Pomalingo, MPd saat melepas mahasiswa KKS Tematik Posdaya terjun ke desa-desa, Rabu, 7 Juli 2010. "Mahasiswa datang tidak membawa uang. Mereka hanya membawa diri, konsep, pikiran dan tenaga. Oleh karena itu dukungan SKPD baik provinsi maupun kabupaten/kota sangat kami butuhkan,"tambahnya.
Selengkapnya...pdf

Dana Kukesra untuk Pemberdayaan SDM
Komitmen global Millennium Development Goals (MDGs) yang disepakati para pemimpin dunia pada tahun 2000 lalu, dan disegarkan kembali pada akhir tahun 2005 dengan titik sentral manusia, bertumpu pada upaya pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan sumber daya manusia secara paripurna.

Pemberdayaan Masyarakat Ala Damandiri
Memasuki tahun 2009, Yayasan Damandiri akan terus melakukan evaluasi program, terkait suhu politik yang tidak menentu menjelang pemilihan calon legislatif dan calon presiden. Apabila dalam enam bulan ke depan daya serap dari program Yayasan Damandiri tinggi, akan ditambah dengan program lainnya pada enam bulan yang akan datang. Berbagai program terbaru maupun program revisi akan digelindingkan Yayasan Damandiri mulai Januari 2009. Dari program sekolah unggul, penggenjotan delapan fungsi keluarga sampai lomba Kebun Bergizi (KB) akan mewarnai pemberdayaan masyarakat ala Damandiri.
Selengkapnya...PDF



PLKB Kembali Bergairah Kembangkan Posdaya
Permasalahan yang dihadapi Indonesia dalam mengatasi kemiskinan saat ini sangat kompleks, karena dipengaruhi oleh globalisasi, tekanan pasar dan kurangnya contoh yang baik, sehingga penduduk Indonesia mengalami perubahan drastis. Ini dikemukakan Wakil Ketua Yayasan Damandiri Prof DR Haryono Suyono pada Pertemuan Penelaahan Program Pengembangan SDM Melalui Pola Kemitraan, yang diikuti Lembaga Pangabdian Masyarakat (LPM) dari Perguruan Tinggi di Wilayah Barat.

Posdaya Bisa Didirikan Secara Perorangan
Setelah Kota Bekasi dinyatakan sebagai kota pelopor Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di Provinsi Jawa Barat, kini Kabupaten Bogor diharapkan dapat menyusul keunggulan Kota Bekasi dalam membangun Posdaya. Apalagi, Kabupaten Bogor sudah memiliki desa dengan program terpadu dan ditinjau oleh banyak ahli, yaitu Desa Cikarawang.
Selengkapnya...pdf

Kepala BKKBN Pusat DR Sugiri Syarief, MPA
Wajar, KB Terabaikan Sejak Era Reformasi

Hasil sensus penduduk 2010 menyebutkan jumlah penduduk Indonesia mencapai 238 juta jiwa. Tentu saja ini menjadi potret buram pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia. Namun hal ini dianggap wajar bagi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Pasalnya, pada awal reformasi mereka sudah merasa terabaikan dan tidak jelas berada di posisi mana.
Selengkapnya...pdf

Kepala BKKBN Dr Sugiri Syarief,MPA
Jadi Kepala BKKBN setelah

"Ledakan Cambuk" Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Peringatan Harganas 2006 menekankan perlunya Gerakan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Sejahtera kembali digalakkan. Harapan itu, sebenarnya wajar-wajar saja. Apalagi kalau kita menyimak catatan manis pada pertengahan tahun 80 sampai akhir tahun 90. Indonesia sempat menjadi kiblat dunia internasional dalam pengelolaan KB. Tidak kurang dari sekitar 4 ribu peserta dari sekitar 97 negara telah belajar KB di Indonesia. Selengkapnya1...PDF
Selengkapnya2...PDF

Kabupaten Sleman Dulu KB Terunggul
Kini Ujudkan Posdaya Terunggul

Keberhasilan KB di masa lalu, menempatkan Indonesia meraih sejumlah penghargaan, antara lain United Nation Population Awards (UNPA) dari Perserikatan Bangsa-bangsa. Pada 8 Juni 1989 silam, penghargaan UNPA yang mengharumkan Indonesia di mata internasional itu, diserahkan langsung Sekjen PBB Javier Perez de Cyellar, di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, kepada Presiden RI HM Soeharto. Kondisi itu ternyata memotivasi acara Sosialisasi Posdaya dan KKN Tematik di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, pada Kamis 9 Juni 2011 lalu di Grha Sarina Vidi, Jl Magelang KM 8 No 75 Sleman, DI Yogyakarta, guna menuju percepatan masyarakat Sleman lebih sejahtera lahir batin, berdaya saing dan berkeadilan gender pada tahun 2015.
Selengkapnya pdf

DI ERA REFORMASI DAN OTODA KELUARGA BERENCANA PERLU SEMAKIN DIGALAKKAN
Dalam Laporan Utama Edisi 44 Tahun ke V Gemari, mengingatkan kepada kita bahwa pertumbuhan ekonomi tidak akan berjalan jika tidak didukung oleh sumberdaya yang memadai. Sebaliknya pembangunan kualitas sumber daya manusia tidak akan tercapai tanpa dukungan pertumbuhan ekonomi.

Indramayu Siap Launching 1000 Posdaya
Observation Study Tour (OST) dan Pelatihan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) angkatan ke-22 dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Kamis, 6 September 2012 lalu mendapat sambutan positif dari petinggi daerah ini. Acara yang digelar Haryono Suyono Center (HSC) bekerja sama dengan Yayasan Damandiri dan Siti Padmirah Silver College ini mengundang decak kagum Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah, mantan Bupati Indramayu dua periode Dr Irianto MS Syafiudin dan seluruh jajarannya.
Selengkapnya pdf

JPS-KB PENYELAMAT AKSEPTOR KAKI GUNUNG WILIS
Di perbukitan kaki Gunung Wilis, 27 km timur kota Madiun tanahnya hitam keputihan. Setengah jam perjalanan dari Madiun suasana sepi mulai terasa. Melewati 'Jurang Dengkeng" sebuah tanjakan tajam dan panjang seakan melewati sebuah lorong, itulah pintu masuk kecamatan Kare. Tumbuhan pohon jati mranggas akibat kemarau panjang. Pohon cengkeh tumbuh disana-sini meski tidak begitu lebat. Kare, disini pula monumen Pahlawan berdiri tegak. Monumen 48 yang lebih dikenal Monumen Kresek mengingatkan kepada generasi penerus akan keganasan PKI tahun 1948.

RUU Adanya Menteri Kependudukan
Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan dan Dana Kependudukan PBB (UNFPA) menyambut baik inisiatif DPR mengeluarkan amandemen Undang Undang Nomor 10/1992 tentang Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, di mana dalam ketentuan RUU ini menunjuk pada adanya Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Inpres No 3 Tahun 2010 Senjata Ampuh BKKBN
Perkembangan penduduk Indonesia setiap tahunnya terus meningkat. Saat ini jumlahnya diperkirakan sudah mencapai lebih dari 250 juta jiwa. Hal ini tentu akan menjadi masalah serius bagi bangsa ini jika tidak segera ditangani. Keberadaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2010 tentang pembangunan berkeadilan yang pro rakyat salah satu upaya pemerintah mengatasi kondisi di atas. Itulah sebabnya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dituntut agar sungguh-sungguh melaksanakan Inpres ini agar program keluarga berhasil.

KREDIT PUNDI LAKU KERAS DI JAWA TIMUR
Nyi.Renten, ibu dua anak, PPKBD Desa Tunggul, Kec.Paciran kini juga menjadi ketua Kelompok Pundi I (Pusaka Mandiri). Kelompok yang dipimpinnya beranggotakan 9 orang. Masing-masing telah memperoleh bantuan kredit PUNDI dari BPR Nusamba sebesar Rp.1.000.000. Guru TK isteri Kasmono ini bersukur kesertaan KB di desanya tinggi. Dari Pasangan Usia Subur 958 jumlah, sebanyak 78%-nya atau 676 menjadi peserta KB. Berkat ketekunan ber-KB dan kegiatan bersama meningkatkan pendapatan keluarga, kesejahteraan mereka semakin baik.

Banten, Luncurkan Posdaya Akhir Maret 2012
Provinsi Banten bakal meluncurkan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) pada akhir Maret 2012. Penandatanganan nota kesepakatan kerja sama dalam rangka implementasi Posdaya ini telah dilakukan antara BKKBN dan Yayasan Damandiri di sela acara Rapat Kerja Daerah Pembangunan Kependudukan dan KB Provinsi Banten pada 23 Februari 2012 lalu di Hotel Ratu Bidakara, Serang, Banten.
Selengkapnya pdf

Jadi Akseptor KB Solusi Berdayakan Keluarga
Bupati Kabupaten Bantul Hj Sri Surya Widati menilai pemberdayaan keluarga menuju keluarga sejahtera, masyarakat dibutuhkan kesadaran untuk menjadi akseptor KB. Karena dengan keluarga kecil segalanya akan lebih mudah direncanakan. “Keluarga kalau punya anak banyak itu sekolah mahal, sekolah angel (sulit-red) apa-apa mahal kesehatan mahal,” paparnya ketika membuka acara One Day Full KB dalam Sehari 1000 Akseptor dalam rangka HUT ke 4 IPeKB, Selasa 20/3 di RS Nurhidayah, Jln Imogiri Bantul.
Selengkapnya pdf

BKKBN Aktifkan Kembali Pos-posnya Dukung Posdaya
Akhir kesepakatan dunia dalam pencapaian target-target dan sasaran Milennium Development Goals (MDGs) pada 2015 kini semakin dekat. Bahkan kini model kesepakatan dunia kelanjutan dari MDGs tengah hangat diperbicangkan dunia. Yang menarik, Indonesia menjadi salah satu dari tiga pemimpin dunia setelah Inggris dan Liberia yang ditunjuk 200 kepala negara untuk mengumpulkan ide-ide guna direkomendasikan kepada Sekjen PBB. Isu ini pun kini menjadi perhatian Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang terus berupaya membantu pemerintah menyukseskan MDGs. Itulah sebabnya, pada Rabu malam 21 Agustus 2013 lalu BKKBN Pusat menggelar pertemuan pimpinan BKKBN seluruh Indonesia.

PELAYANAN REPRODUKSI PEREMPUAN TERABAIKAN
Visi baru keluarga berkualitas yang dicanangkan BKKBN awal 2001 mengisyaratkan pentingnya upaya membangun keluarga sejahtera maju, mandiri, bertakwa kepada Tuhan YME, dan merencanakan jumlah anak ideal. Untuk menunjang program tersebut, reorientasi dan reposisi menyeluruh dalam memasuki era baru Program Keluarga Berencana (KB) Nasional ditempuh dengan menjamin kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi (KR) yang lebih baik, menghargai serta melindungi hak-hak reproduksi sebagai bagian Hak Asasi Manusia (HAM).

Program BBM Damandiri Memotivasi Siswa Melanjutkan ke PTN
Bea bantuan belajar, apapun bentuknya selalu mendapat sambutan positif di kalangan dunia pendidikan. Berbagai cara dilakukan oleh tim komite sekolah guna menggoalkan siswa berprestasinya agar mendapat bea bantuan belajar. Penekanan ini tentu saja ditujukan bagi siswa dari keluarga pra sejahtera yang akan sangat disayangkan bila tidak bisa melanjutkan sekolah hanya karena alasan ekonomi.

SMU Salahuddin Kota Malang Jadi Pendamping Posdaya
Sekolah Menengah Umum (SMU) Salahuddin di Kota Malang, Jawa Timur, yang berdekatan dengan wilayah kelurahan Rampal Claket, mendapat tugas sebagai pendamping Posdaya Kelurahan Rampal Claket karena sudah menjalani program wirausaha dari Yayasan Damandiri melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang.
Hari Keluarga Nasional
Para pembaca yang budiman,

Syukur Alhamdulillah pada Hari Keluarga Nasional tahun 2012 ini telah banyak peserta KB menikmati pembangunan keluarga secara paripurna melalui Posdaya di seluruh Indonesia. Kesadaran para keluarga akseptor untuk bergabung dalam Posdaya dipicu oleh banyak sekali anggota IpeKB dari berbagai daerah yang ikut giat rajin menghasilkan pembentukan Posdaya di daerahnya dan berbagai kesepakatan antara BKKBN Pusat dan Yayasan Damandiri.
Selengkapnya pdf

PRODUK BAMBU LUMAJANG RAMBAH PASAR JEPANG
Empat puluh warga Desa Grati, Kecamatan Lumajang Jawa Timur sejak tiga tahun terakhir sibuk mengolah bambu. Mereka mengubah 'bambu tutul dan bambu apus' menjadi produk kerajinan bernilai dollar. Kegiatan warga desa yang tergabung dalam UPPKS "Jaya Mulya" ini dimotori Samiati dan suaminya P.Tamansari. Pasangan ini yakin berbekal ilmu yang dipelajari dan pengalaman berkiprah dibidang kerajinan bambu di pulau Dewata selama 21 tahun dapat dikembangkan di kampung halamannya.

dr H Ritola Tasmaya, MPH
Program Pembangunan Jangka Panjang Harus Ada

Sejak mengawali karirnya di Labuhan Batu, Sumatera Utara, pada Puskesmas Aek Kota Batu lalu di BKKBN, kemudian masuk jajaran Pemda DKI Jakarta, dr H Ritola Tasmaya, MPH memiliki pandangan tersendiri mengenai pembangunan manusia Indonesia ke depan. Bahkan guna mewujudkan obsesinya "berjuang untuk rakyat", lelaki kelahiran Cianjur, Jabar, ini siap melangkah ke bursa pemilihan calon legislatif DPR RI dari partai Golongan Karya dengan nomor urut 1 untuk Dapil 2 DKI Jakarta (meliputi Jakarta dan Luar Negeri).

Pengukuhan Pengurus Koalisi Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan Kota Metro
Pembangunan Keluarga Berbasis Penduduk

Permasalahan kependudukan dewasa ini sangat berkaitan erat dengan pembangunan keluarga. Pembangunan keluarga, menurut Prof Dr Haryono Suyono, adalah penyegaran pembangunan norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera. Pembangunan keluarga sejahtera tahun 1993 resmi dicanangkan di Provinsi Lampung. Jadi, Lampung mempunyai arti yang luar biasa sebagai tempat pencanangan pembangunan keluarga sejahtera.

Sorot UU Nomor 52 Tahun 2009
Akhirnya UU Nomor 52 Tahun 2009 menjadi sebuah "instruksi" kepada pemerintahan di seluruh Indonesia untuk segera mengimplementasikan program Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, tanpa kecuali. Apalagi, jumlah penduduk Indonesia saat ini sudah tak terbendung lagi.
Menyoal kembali domain program KB pasca UU Nomor 52 Tahun 29, menjadi perbincangan menarik di kalangan pers yang tergabung dalam Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB). Bahasan tersebut menjadi tema Rakernas IPKB yang digelar pada 8-10 Agustus lalu di Hotel Park, Jakarta.


STIKES Mitra Ria Husada:
Pendataan Keluarga Desa Gembleng Calon Bidan

"Aduh pak, saya ditolak sama warga.Nanti ayah lagi ngantuk,ujarnya datang lagi disapa, nanti lagi yah, ayah saya gak mau diganggu." Atas kejadian tersebut kami mohon maaf dan mungkin kesalahan bukan pada adik-adik. Mungkin kesalahan masa lalu yah terus terang saja yah mohon maaf, adik-adik datang dengan baju seragam, mungkin dikiranya SPG (Sales Promotion Girl) yang akan menawarkan kompor gas dan sebagainya. Mungkin juga karena Kabupaten Sukabumi sebentar lagi mau Pilkada. Jadi disangkanya, adik-adik dengan baju warna biru, wah dari Partai Demokrat. Mungkin juga traumatis masa lalu. Semua didata, giliran dapat raskin, giliran dapat kompor gas, yang dapat yang lain. Sehingga ketika mau didata lagi tidak mau.
Selengkapnya...PDF

MENYONGSONG PEMBANGUNAN KELUARGA MANDIRI
Hari Keluarga Nasional diilhami oleh menyatunya pejuang kemerdekaan yang terpisah-pisah di pegunungan dan pedesaan dengan keluarganya di Yogyakarta, ibukota RI pada masa perjuangan. Proses itu dimulai pada tanggal 22 Juni 1949. Pada tanggal 29 Juni 1949 Kolonel Soeharto melapor kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX bahwa penyatuan itu telah berhasil dengan baik dan penjajah Belanda telah resmi hengkang dari wilayah RI. Tanggal keramat itulah yang diambil sebagai Hari Keluarga Nasional.

MENYONGSONG PEMBANGUNAN KELUARGA MANDIRI
Hari Keluarga Nasional diilhami oleh menyatunya pejuang kemerdekaan yang terpisah-pisah di pegunungan dan pedesaan dengan keluarganya di Yogyakarta, ibukota RI pada masa perjuangan. Proses itu dimulai pada tanggal 22 Juni 1949. Pada tanggal 29 Juni 1949 Kolonel Soeharto melapor kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX bahwa penyatuan itu telah berhasil dengan baik dan penjajah Belanda telah resmi hengkang dari wilayah RI. Tanggal keramat itulah yang diambil sebagai Hari Keluarga Nasional.

Selamat Hari Keluarga Nasional
Para pembaca yang budiman,
Bulan lalu Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dipimpin oleh Rektornya Prof Dr Rochmat Wahab, MPd, MA, menggelar Acara syukuran Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Posdaya yang menghasilkan ribuan Posdaya di Yogyakarta dan daerah lainnya. Acara itu berlangsung sangat meriah dan dihadiri oleh mBak Titiek Soeharto yang sebagai Pembina Yayasan Supersemar yang secara langsung menyerahkan bantuan beasiswa bagi mahasiswa yang giat bekerja secara sukarela mengembangkan Posdaya dan mendampingi keluarga desa mengentaskan kemiskinan.


Jadikan KKS Tematik Posdaya Lokomotif Pembagunan
Gubernur Provinsi Gorontalo Dr H Ir Gusnar Ismail MM, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Gorontalo memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas langkah inovativ yang menjadikan Kuliah Kerja Nyata menjadi Kuliah Kerja Sinergi Pemberdayaan Masyarakat Tematik Posdaya. Melalui Posdaya akan lebih mendekatkan kita sekalian kepada masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan saat melepas 1283 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Sinergi Pemberdayaan Masyarakat (KKS) Tematik Posdaya, Rabu 7 Juli di Kampus Universitas Negeri Gorontalo.
Selengkapnya...pdf

BKKBN JATIM OPTIMIS CAPAI TARGET
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Propinsi Jawa Timur memprediksi Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) di Jawa Timur pada 2007 nanti bisa ditekan sekitar 1 (satu) prosen. Dengan melihat perkembangan jumlah Peserta Baru (PB) Keluarga Berencana yang terdaftar disetiap klinik di seluruh Jatim, sangat dimungkinkan target yang diberikan Pemerintah Propinsi Jatim sekitar 1 prosen dapat dicapai.

Selengkapnya...PDF

Program Posdaya Mendarat di Cianjur
Di era milenium, masalah kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus perhatian seluruh anak bangsa, bukan saja pemerintah semata. Pembangunan kualitas manusia untuk mencapai sasaran MDGs harus digiatkan, termasuk di kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Lantas bagaimana dengan Yayasan Damandiri yang selama ini dikenal bersama mitra kerjanya dalam program kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya program Posdaya?
Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF

Sekretaris LPM UNMER Malang, Eko Aristianto SE, Msi.
SISWA MAGANG DIDIDIK WIRAUSAHA BERSAMA

Posdaya Keluarga Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan dan Bidang Ekonomi yang digelar Yayasan Damandiri ditahun 2007, diharapkan memunculkan semangat baru dalam membantu mengatasi persoalan bangsa. Posdaya muncul ketika banyak sekali posyandu hanya tinggal papan nama, tidak berjalan. Laju pertumbuhan penduduk kembali meninggi di awal tahun 2000-an, sementara semakin sedikit dokter-dokter yang bertugas didaerah-daerah terpencil, sehingga yang terjadi adalah fenomena ledakan penduduk tinggi, gizi buruk ketika ekonomi juga dalam kondisi memprihatinkan.

Rekaman Wawancara (Audio)



Sekretaris LPM UNMER Malang, Eko Aristianto SE, Msi.
SISWA MAGANG DIDIDIK WIRAUSAHA BERSAMA

Posdaya Keluarga Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan dan Bidang Ekonomi yang digelar Yayasan Damandiri ditahun 2007, diharapkan memunculkan semangat baru dalam membantu mengatasi persoalan bangsa. Posdaya muncul ketika banyak sekali posyandu hanya tinggal papan nama, tidak berjalan. Laju pertumbuhan penduduk kembali meninggi di awal tahun 2000-an, sementara semakin sedikit dokter-dokter yang bertugas didaerah-daerah terpencil, sehingga yang terjadi adalah fenomena ledakan penduduk tinggi, gizi buruk ketika ekonomi juga dalam kondisi memprihatinkan.

Rekaman Wawancara (Audio)
Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF


ISTIQOMAH GIAT MEREBUT PELUANG DI ERA KRISIS.
Untuk mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera, memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun semua itu bukanlah tidak mungkin bagi UPPKS Istiqomah yang berada di wilayah Kabupaten Kediri. Sejak berdiri 4 Juli 1998 lalu, kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) ini memiliki beragam usaha seperti bordir, pernik, konvensi, sulam menambah khasanah kerajinan tangan anak negeri ini.

Hari Keluarga Nasional
Para pembaca budiman,

Bulan lalu Universitas Negeri Malang (UM) yang dipimpin oleh Rektornya Prof Dr Suparno, menggelar Acara Pembekalan dan melepas 1929 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Posdaya yang menghasilkan ribuan Posdaya di Kabupaten Blitar, Malang Raya dan sekitarnya. Acara itu berlangsung sangat meriah dan dihadiri oleh para petinggi perguruan tinggi yang sedang marak tersebut. Para Dekan, Dosen Pembimbing, Direktur, Wakil-wakil dari berbagai perguruan tinggi lain di Kota Malang ikut hadir sebagai mitra kerja terpercaya. Acara itu dihadiri juga oleh Wakil-wakil Bank UMKM, BPD dan Bank Bukopin untuk membantu pembangunan di pedesaan.


Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono
Damandiri Akan Terus “Menanam” Bangun Manusia Indonesia Seutuhnya

Tanggal 15 Januari 2009, Yayasan Damandiri berusia 13 tahun. Selama itu pula, yayasan yang digagas dan didirikan almarhum HM Soeharto selaku pribadi, bukan sebagai Presiden RI, memberi perhatian besar keluarga kurang mampu secara ekonomi membangun kesejahteraan menuju kemandirian. Selama 13 tahun sudah yayasan ini membantu dan menempatkan keluarga kurang mampu tersebut sebagai titik sentral pembangunan. Lelahkah Yayasan ini terus mengabdi dan memberi perhatian besar kepada mereka yang kurang beruntung sebagai "ekspresi" dan sumbangsih kepada negara dan bangsa Indonesia?
Selengkapnya...PDF



208 POSDAYA SRAGEN DIKAWAL 3 PNS
Bupati Sragen, H. Untung Wiyono, menggelar gebrakan baru dalam upaya pengentasan keluarga miskin di wilayah kerjanya. Pada hari Kamis tanggal 11 September 2008 di Ds,Karang Pelem, Kec.Kedawung. Bupati meresmikan 208 Podaya yang diberi nama Pos Pelayanan Keluarga (Posyanka). Peresmian Posyanka bertema "Pemberdayaan Masyarakat melalui 3 (tiga) PNS Desa Dalam Optimalisasi Pos Pelayanan Keluarga (POSYANKA) di Kabupaten Sragen." Dengan tema tersebut, dalam mendukung pengembangan Posyanka di setiap desa Bupati menugaskan tiga orang pegawai Pemda menjadi pengawal, pendamping atau fasilitatornya.
Selengkapnya...PDF

Meningkatkan Kinerja Bidan Sragen
Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dari Bidan Sragen, Jawa Tengah, berupa pelayanan kesehatan ibu, anak, bayi dan keluarga berencana (KB). Pelaksanaan pelayanan berjalan lancar. Untuk mendukung kinerja lebih meningkat lagi IBI Sragen memperoleh dukungan Yayasan Damandiri, khususnya untuk program pengembangan praktek swasta.

Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono:
Posdaya Mengembangkan Modal Sosial dan Budaya Bangsa

Lima belas tahun sudah Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) melaksanakan visi dan misinya sejak 15 Januari 1996 silam. Selama itu pula telah membantu pemerintah dalam pembangunan nasional, melalui peningkatan sumberdaya manusia agar tercapai manusia seutuhnya. Walaupun usia Yayasan Damandiri masih tergolong muda jika diukur usia manusia, karena ia masih remaja, namun perannya dalam peningkatan kesejahteraan keluarga-keluarga di Indonesia sangat luar biasa.
Selengkapnya...pdf

Dana Kukesra Hidupi 200 Pengrajin Lamongan
Dari sekadar keterampilan bermodal rapia dan benang, hasil olah tangan Surohmi berkembang menjadi produk rajutan yang diminati banyak konsumen. Taplak, tikar, keset, sajadah, tas ransel hingga karpet, menjadi produk andalan Surohmi dan teman-teman sekelompoknya yang tergabung dalam kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Lamongan, Jawa Timur.

Menyambut Hari Lansia 29 Mei
GERAKAN NASIONAL PEMBERDAYAAN LANJUT USIA

Agar pemberdayaan dapat berhasil maka seluruh komponen bangsa
harus ambil bagian mulai departemen/kementerian/instansi, organisasi profesi,
yayasan, institusi masyarakat, PKK, Posyandu, Karang Taruna,
Karang Lansia, dan seluruh petugas lapangan dari jajaran instansi
pemerintah serta anggota masyarakat.


Sudah menjadi pengetahuan umum baik pemerintahan maupun anggota masyarakat lain yang terhimpun dalam organisasi profesi, LSM, yayasan bahkan perkumpulan arisan di kampung-kampung bahwa usia harapan hidup (UHH) yang meningkat mempunyai dampak terhadap jumlah lanjut usia (Lansia) yang dari tahun ke tahun terus bertambah secara pasti. Oleh karenanya Indonesia disebut memasuki era berstruktur lanjut usia (ageing structured). Penyebutan negara yang berpenduduk struktur tua tersebut karena jumlah penduduk lanjut usia Indonesia sudah di atas 7%, dan Indonesia merupakan negara tertinggi dalam pertumbuhan penduduk lanjut usia (414% dalam kurun waktu 1990-2010) serta negara keempat dalam hal berpenduduk struktur tua setelah China, India, Amerika Serikat. Badan Pusat Statistik (BPS) mensurvai bahwa jumlah Lansia di Indonesia sebanyak 17.717,800 jiwa atau 7,90% (BPS-Susenas 2006), dan jumlahnya pada tahun 2010 diprakirakan sebesar 23.992.552 (9,77%) dan pada tahun 2020 sebesar 28.822.879 (11,34%).
Selengkapnya...PDF

Page: 1 2 Next>
 

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra


Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@gemari.or.id
Copyright © 2003 gemari.or.id
designed by Gemari Online