Edition 166/XV/2014
 Search    Edition
Cari Artikel
 
Select Edition     
 

Lansia Bina Kelompok Usaha Produktif
Para lanjut usia (lansia) diharapkan bisa membina kelompok-kelompok usaha produktif dengan kegiatan-kegiatan sosial seperti Bina Keluarga Balita (BKB) dan Posyandu. "Kita bawa lansia pada pengabdian konkret dengan menyalurkan lansia yang masih produktif," kata Lalu Sudarmadi, di sela acara pelayanan kesehatan bagi lansia menyambut peringatan Hari Keluarga Nasional XIV di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dengan makin bertambahnya jumlah penduduk lansia saat ini menjadi 10 - 12 persen, kata Lalu Sudarmadi, Bina Keluarga Lansia (BKL) yang sudah ada tidak perlu terlalu ditekankan jumlahnya, tapi minimal di tiap kabupaten harus ada contoh yang bisa diteladani oleh kelompok-kelompok pembinaan lansia lainnya. Hal ini untuk menyiasati minimnya dana yang dikeluarkan oleh Pemda untuk pembinaan lansia.


Silaturahmi Yayasan Emong Lansia
Dalam rangka Hari Lansia pada akhir bulan Juli lalu Direktur Yayasan Emong Lansia Ny. Eva AJ Sabdono beserta rombongannya mengadakan silaturahmi dengan Wakil Ketua I Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono di ruang kerja mantan Menko Kesra dan Taskin tersebut, Gedung Granadi lt 4, Jl Rasuna Said Kuningan, Jakarta.

Produktivitas Lansia Perempuan
Tak salah bila lansia perempuan lebih memiliki peran aktif di masyarakat ketimbang lansia laki-laki. Hal ini terlihat jelas dari kegiatan Paguyuban Lansia Pondok Cipta Griya Bintara Indah, Bekasi Barat. Meski anggota paguyuban lansia lebih didominasi kaum perempuan usia 60 tahunan ke atas, mereka masih mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat sekitar.

Baru 26.500 Lansia Dapat JSLU
MembengkaknyA Jumlah lansia di Indonesia sekitar 20 juta lebih, belum seluruhnya bisa ditangani Kementerian Sosial (Kemsos). Saat ini dari 2,8 juta lansia terlantar yang baru tertangani Kemsos sekitar 26.500 lansia saja. Melalui Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU), 26.500 lansia yang tersebar di 33 provinsi mendapat bantuan uang.
Selengkapnya pdf

Tingkatkan Kesejahteraan Lansia
Bantul Terapkan Aneka Program melalui Posdaya

Keberadaan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) ternyata memberi manfaat khusus bagi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satunya guna meningkatkan nilai produktivitas untuk kesejahteraan lansia di Kabupaten Bantul dengan mencetuskan berbagai program melalui kegiatan Posdaya. Kebijakan ini diambil oleh Pemerintah Kabupaten Bantul mengingat dari angka – angka statistik menunjukkan, bahwa pertumbuhan penduduk lansia dari tahun ke tahun terus meningkat.
Selengkapnya pdf

Lansia Terus Berkarya dan Mengabdi
Para lansia potensial tidak perlu berkecil hati untuk menjadi lansia. Karena meski sudah lansia tapi masih bermanfaat dan berguna bagi diri sendiri, keluarga maupun lingkungan bahkan bangsa dan negara. Lansia tetap bisa memberikan pengabdian terbaiknya dalam bentuk yang lain.
Perhatian pemerintah memberikan perhatian sangat tinggi terhadap lanjut usia (lansia). Itu artinya pemerintah sudah melakukan berbagai kegiatan pemberdayaan bagi lansia termasuk para lansia ini mau dikemanakan, tentunya ke arah kehidupan kesejahteraan yang lebih baik termasuk perhatiannya terhadap kesehatannya.
Selengkapnya pdf

3 Golongan Lansia di Masyarakat
Memperingati Hari Lansia Nasional 2009, berbagai rangkaian kegiatan dipersiapkan agar para lanjut usia (lansia) ini bangkit dan terus beraktivitas. Dari kegiatan senam, seminar sampai pembekalan pemberdayaan melalui Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) digelar. Semarak Hari Lansia Nasional ke-13 ini dipusatkan di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Puspitek Jakarta, yang ditandai dengan launching Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) oleh Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah pada Minggu, 31 Mei 2009 lalu.
Selengkapnya...PDF

Pusat Santunan Keluarga Santuni Lansia dan Anak Asuh
Para lansia yang tinggal di sekitar Kelurahan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kali ini tampaknya mereka sangat beruntung. Selain mendapat makanan matang berupa rantangan seminggu tiga kali, mereka pun mendapat pemeriksaan kesehatan secara gratis sebulan sekali yang ditangani oleh seorang dokter dan seorang paramedis.

Puskesmas Tirtomoyo II, Sukses Bina 7 Posyandu Lansia
"Bahagia di masa tua, tetap berguna dan berakhir khusnul khotimah." Demikian motto dari Posyandu Lansia "Melati" Dusun Blaraksari, Desa Sukoharjo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Posyandu yang pernah menjuarai I lomba Posyandu lansia tingkat kabupaten Wonogiri tahun 2003 ini memang berupaya keras menjadikan hari tua sebagai ladang amal yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Yayasan LSM Delima Center Lakukan Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis
Ratusan anggota kelompok posyandu lansia (lanjut usia) yang bertebaran di Kota Blitar memperoleh kesempatan untuk memeriksakan kesehatan dan pengobatan secara gratis di sejumlah kecamatan di Kota Blitar. Mereka berasal dari posyandu lansia Kelurahan Pakunden, Kec.Sukorejo, posyandu lansia Keluarahan Ngadirejo Kec. Kepanjenkidul dan posyandu Kelurahan Kecamatan Sananwetan.

YAYASAN LSM DELIMA CENTER LAKUKAN PEMERIKSAAN DAN PENGOBATN GRATIS.
Ratusan anggota kelompok posyandu lansia [lanjut usia] yang bertebaran di Kota Blitar memperoleh kesempatan untuk memeriksakan kesehatan dan pengobatan secara gratis di sejumlah kecamatan di Kota Blitar. Mereka berasal dari posyandu lansia Kelurahan Pakunden, Kec.Sukorejo, posyandu lansia Keluarahan Ngadirejo Kec. Kepanjenkidul dan posyandu Kelurahan Kecamatan Sananwetan.

PEMERIKSAAN DAN PENGOBATAN GRATIS
Ratusan anggota kelompok posyandu lansia [lanjut usia] yang bertebaran di Kota Blitar memperoleh kesempatan untuk memeriksakan kesehatan dan pengobatan secara gratis di sejumlah kecamatan di Kota Blitar, Jawa Timur. Mereka berasal dari posyandu lansia Kelurahan Pakunden, Kec.Sukorejo, posyandu lansia Keluarahan Ngadirejo Kec. Kepanjenkidul dan posyandu Kelurahan Kecamatan Sananwetan.

Jambore Nasional Lansia di Raja Ampat
Jambore Nasional (Jamnas) Lansia tahun 2013 dilaksanakan pada 4 sampai dengan 16 Mei 2013 di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Tercatat diikuti 263 peserta. Mereka mengawali perjalanan menuju Raja Ampat dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Sulaeman dari Majalah Gemari meliput acara ini sejak keberangkatan.

PWRI Berdampingan
dengan Tiga Generasi

Posdaya dalam konsep pemberdayaan bisa mempersatukan berbagai kegiatan di masyarakat baik individu ataupun kelompok, demikian yang diterapkan PWRI Kabupaten Gunungkidul yaitu pemberdayaan untuk Tiga Generasi yaitu anak, remaja dan lansia.
Selengkapnya pdf

Acara Seminar Awam
Mengenal Masalah Mental Pada Lansia

Pembicara : Dr. Endah Ronawulan, Sp KJ
Rabu, 11 Mei 2005 Jam 09.00 - Selesai
RuangTruntum Gd. Granadi Lt. 2, Jl. HR Rasuna Said BlokX-i Kav. 8-9 Kuningan - Jakarta
Biaya Pendaftaran: Rp 50.000 ,- termasuk Seminar Kit, Snack Box, Door Prize & Discount Card
Undangan berlaku untuk 1 orang

Informasi:
Hubungi Siska atau Satri di Nusantara Medical Center Tel. 021 5274567, Faks. 021 5271946, email: nsmc@cbn.net.id



LANSIA 87 TAHUN MASIH IKUTAN SENAM
Siapa bilang orang-orang lansia (lanjut usia) sulit diberdayakan? Bila Anda sempat berkunjung ke Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Lansia "Sartika Marga Jatnika" di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, boleh jadi Anda akan tercengang menyaksikan aktivitas para lansia. Di tempat ini, beragam kegiatan dari senam, kesenian, rekreasi, bahkan keterampilan membangun usaha ekonomi produktif dilakukan dengan semangat gotong-royong.

Gerakan Lansia Peduli Terhadap Harmoni 3 Generasi
Lansia atau lanjut usia bukanlah akhir segala-galanya. Para lansia adalah awal dari kesempatan yang terbuka untuk tetap berbakti kepada nusa dan bangsa. Lansia Indonesia siap untuk tetap berkarya. Gagasan-gagasan itu diterima oleh pemerintah dan tahun yang lalu pada saat memperingati Hari Lansia Internasional Presiden Indonesia telah mencanangkan satu gerakan yang belum pernah ada di seluruh Indonesia, bahkan belum ada di banyak negara berkembang. Gerakan itu adalah “Gerakan Lansia Peduli Terhadap Harmoni Tiga Generasi”. Lansia yang ingin membantu generasi anak-anak, lansia yang ingin membantu generasi dewasa, lansia yang ingin tetap bersahabat sesama lansia.

KEGIATAN WAKIL KETUA I YAYASAN DAMANDIRI JULI 2004 (Prof DR Haryono Suyono)
Jumat, 2 Juli 2004
Seminar Sehari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Yogyakarta


Selasa, 6 Juli 2004
Seminar Lansia Bertempat di gedung Granadi Jakarta


Kamis, 8 Juli 2004
Diskusi Roundtable IPADI di Jakarta


Selasa, 13 Juli 2004
Peluncuran KB Mandiri di Malang Jawa Timur


HIPPRADA MENCARI SOSIAWAN BARU
Di tengah-tengah kesibukannya melayani tamu-tamu yang bersilaturahmi pada hari pertama Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1428 H, Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Umum Hipprada, menyatakan bahwa pada tanggal 27 Oktober 2007 yang akan datang, bertempat di Kantor Bank BPD Jawa Tengah di Semarang, bekerja sama dengan DNIKS, LPM Universitas Diponegoro dan Pemda JawaTengah, Hipprada akan menyelenggarakan pertemuan dengan para sesepuh lansia dari seluruh Indonesia. Pertemuan itu didorong dan dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada para lansia yang masih mampu dan ingin mengabdikan dirinya pada usaha sosial kemasyakatan untuk mengembangkan diri dan memberikan yang terbaik kepada nusa dan bangsanya.

Setiap RT dan RW Sebaiknya Ada Paguyuban Lansia
Dalam pemberdayaan warga lanjut usia (Lansia) diharapkan ada paguyuban di setiap RT maupun RW. Namun paguyuban itu jangan untuk “ngerumpi’’ ataupun untuk “ngrasani” tetapi untuk kebaikan serta kebersamaan.
Hal itu disampaikan GBPH H Prabukusumo, SPsi adik Sri Sultan HB X Gubernur DIY terkait Peringatan Hari Ulang Tahun ke 50 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Nasional yang anggotanya para Lanjut Usia, yang digelar di Yogyakarta, 5 September 2012 di Pagelaran Kraton Yogyakarta.
Selengkapnya pdf

Jangan Pisahkan Lansia dengan Non Lansia
Usia lanjut bukan hambatan untuk terus berkarya. Namun sayangnya banyak para lanjut usia (lansia) kita yang merasa "terpenjara" setelah tidak lagi bekerja di kantoran atau memasuki masa pensiun. Itu sebabnya, banyak cara ditempuh agar keberadaan lansia bisa lebih diberdayakan.

Kalau di masa lalu kita seringkali mendengar program Bina Keluarga Lansia (BKL), saat ini mungkin sudah nyaris tenggelam dengan banyak bermunculannya forum-forum kegiatan lansia. Forum-forum kegiatan lansia ini menurut Kepala BKKBN Pusat dr Sugiri Syarief, MPA sebenarnya hanya sebagai jendela informasi bagi lansia yang membutuhkan sarana untuk mengeksplorasikan diri, namun ternyata menjadi semacam perkumpulan yang cukup banyak diminati.
Selengkapnya...PDF

BKKBN Belajar Penanganan Lansia ke Cina
Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina. Demikian bunyi salah satu pepatah Arab klasik. Itulah yang dilakukan oleh BKKBN dengan mengikuti Asian Symposium on Building Sustainable Ageing Societies di Changchun, Cina, pada 5 – 6 Juli 2012 lalu. Simposium ini diprakarsai oleh the National Population and Family Planning Commision (NPFPC) bersama the United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP) atas dasar kondisi bahwa saat ini 53% atau separuh dari penduduk lansia di dunia tinggal di Asia.

Kiat Sehat Usia Lanjut
Jumlah lanjut usia (lansia) perempuan di Indonesia, tergolong cukup unik. Biarpun umumnya mereka tidak mendapat gaji dan menjadi manusia super sibuk di lingkungan rumah tangga, lansia perempuan menempati jumlah lebih banyak ketimbang laki-laki. Padahal, kaum perempuan merupakan insan paling banyak mempunyai risiko meninggal dunia karena urusan reproduksi.

Bina Lansia Perlu Ketekunan dan Kesabaran
Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jawa Timur membina berbagai kegiatan sosial di wilayah kerjanya. Satu di antaranya adalah Bina Lansia(Lanjut Usia) di Kelurahan Tenggilis Mejoyo, Kecamatan Tenggilis Mejoyo. Di kelurahan ini terdapat lima kelompok Lansia yang masing-masing kelompok membina 10 orang, sehingga seluruhnya berjumlah 50 orang lansia.
Selengkapnya...pdf

Hipprada Kembangkan Silver College
Dalam upaya meningkatkan kemampuan para lanjut usia (lansia) agar dapat berpartisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat, belum lama ini Himpunan Pandu dan Pramuka Wredha (Hipprada) mengembangkan lembaga Silver College. Uniknya, pemberian nama ini terkait dengan rambut sebagian besar peserta Silver College ini sudah berwarna putih keperak-perakan atau silver, alias uban.

Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF


Ideal, Lansia Tinggal Bersama Keluarganya
Pemerintah sudah sangat serius menangani para lanjut usia. Apalagi, setelah dikeluarkannya Inpres Nomer 3 tahun 2010, makin memperkuat pasal 34 UUD 45 bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Namun semua itu perlu dukungan banyak pihak, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat lainnya. Perbincangan soal kesejahteraan lansia ini mengemuka dalam tayangan Gemari Show yang disiarkan secara langsung oleh Stasiun TVRI Jakarta pada Jum’at malam, 23 September 2011 lalu.
Selengkapnya pdf

Banyak Lansia Usia 70 Masih Dibutuhkan
"Generasi lanjut usia (lansia) sekarang adalah generasi yang tidak dipersiapkan menjadi lansia, seiring irama gegap gempita pembangunan dan ridho Allah," ungkap Prof DR Haryono Suyono, mantan Menko Kesra dan Taskin saat berbicara dalam Seminar Sehari Hari Lanjut Usia Nasional 2002 di auditorium BKKBN, Jakarta, pada pertengahan Mei lalu.

Lansia pun Perlu Posyandu
Memiliki usia panjang dengan berbadan sehat merupakan impian setiap orang. Siapa pun kita pasti akan menjadi tua. Masalahnya, apakah kita mampu menjadikan hari tua tetap harmoni dan penuh warna? Sementara perkembangan teknologi di Indonesia menciptakan kehidupan lebih panjang, namun menimbulkan masalah baru. Yaitu, berkembangnya penyakit-penyakit degeneratif yang membatasi ruang gerak para lanjut usia (lansia). Adakah kiat menghindari itu semua?

Mahasiswa Gelar Kepedulian di Perumnas Depok
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional (Universitas Veteran), bekerja sama dengan Keluarga. Lansia RW 02 dan Pergeri Depok menggelar Bakti Penyuluhan dan Pelayanan kesehatan untuk warga RW 02, Kelurahan Depok Jaya, Kota Depok usia 45 tahun ke atas. Para mahasiswa yang sejak sibuk pagi melayani masyarakat akhir September 2011 adalah Fitriyani - UI (FKM-UI), Dwi Oktavia Khairani ( FKM-UI), M Oksarian R ( FK-UPN), Erlan SP (FK-UPN), Yunita Elanda (FK-UPN), Putu Shely (FK-UPN) dan Fajar Ayu (FK-UPN).
Selengkapnya pdf

Menjadi Lansia Sejahtera Harus Dimulai Usia Dini
Tingginya harapan hidup perempuan menyebabkan jumlah lanjut usia perempuan di Indonesia meningkat setiap tahun. Dan saat ini diperkirakan sekitar 52% dari jumlah penduduk Indonesia adalah penduduk lanjut usia. Angka yang cukup mengkhawatirkan ini ditambah kondisi kesehatan lansia kita yang tidak begitu baik. Adakah strategi yang harus dilakukan agar jumlah penduduk lansia yang banyak itu bukan menjadi beban, melainkan memberi kontribusi yang mendukung kejayaan negeri ini?

KEKUATAN LANSIA BARU UNTUK PEMBANGUNAN
Dalam dua minggu ini, tepatnya tanggal 1 Oktober 2011, dunia akan memperingati Hari Lanjut Usia (Lansia) Internasional. Penduduk lansia, yang menurut definisi WHO adalah penduduk yang berusia diatas 60 tahun, akan menjadi kekuatan pembangunan baru yang maha dahsyat. Jumlah dan kualitas penduduk lansia, karena tingat pendidikan dan ketrampilan penduduk dunia yang makin membaik, usianya bertambah panjang, akan membengkak dengan kecepatan jauh lebih tinggi dari pertumbuhan penduduk alamiah. Dari sekitar 600 juta sampai satu milyar pada akhir tahun ini, pada tahun 2025 akan menjadi dua kali lipat dan pada tahun 2050 bisa dengan mudah mencapai sekitar 2 milyar.

Lansia Harus Ber-KB
Dari 24 juta penduduk lanjut usia di Indonesia, hanya 10 persen yang bermasalah. Bahkan berdasar data Departemen Sosial, hanya 4 juta lansia yang bermasalah. Namun dari 4 juta tersebut hanya 100 orang yang terjangkau oleh pemerintah. Sungguh malang nasib lansia yang terabaikan oleh keluarganya.
Selengkapnya pdf

PJK Badan Koordinasi KB Terbaik
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus bersinergi bersama Paguyuban Juang Kencana (PJK) untuk mewujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang 2015. PJK merupakan wadah bagi para purnawirawan BKKBN untuk membina kekeluargaan, persahabatan dan silaturahim.
Selengkapnya pdf

Gerakan Ekonomi Kerakyatan
Para pembaca yang budiman,

Dalam suasana Hari Lansia Nasional tahun 2012 lalu, Presiden SBY melantik dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH, yang sudah lansia, menjadi Menteri Kesehatan RI menggantikan almarhumah dr Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr PH yang mengundurkan diri dan meninggal dunia karena sakit. Penggantian pejabat tingkat Menteri dengan seseorang yang tergolong lansia itu sesuai dengan semangat Hari Lansia Nasional 2012 yang mengusung moto “Lansia Peduli Harmonisasi dan Pemberdayaan Tiga Generasi” yang diperingati secara nasional di Istana Negara bersama Ibu Negara, Ibu Ani Yudhoyono, dalam suasana penuh kehangatan.


Mensos Canangkan Gerakan Sayangi dan Lindungi Lansia
Menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi para lanjut usia untuk bisa berpartisipasi pada puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2013 yang jatuh pada 29 Mei 2013 lalu di Taman Wisata Mekarsari. Kurang lebih 2.500 lansia tampak antusias mengikuti rangkaian acara dari pagi hingga selesai.

HARI LANJUT USIA INTERNASIONAL
Hari ini sekitar 600.000.000 – 1.000.000.000 penduduk dari sekitar 7.000.000.000 penduduk dunia, yang menurut definisi PBB dianggap sebagai penduduk lanjut usia (lansia) memperingati hari bahagianya. Sekitar 15 – 20 persen penduduk lansia itu termasuk penduduk yang menderita karena miskin atau sakit-sakitan. Keadaan tersebut sangat berbeda dengan keadaan penduduk lansia di masa lalu yang hampir seluruhnya sakit-sakitan dan menderita. Penduduk lanjut usia dewasa ini lebih dari 80 persen berada dalam keadaan yang masih segar atau dengan perawatan yang memadai masih sanggup memberikan kontribusi yang positif terhadap upaya pembangunan.

GERAKAN MASYARAKAT LANSIA PEDULI
Dalam rangkaian peringatan Hari Lansia Nasional (HLUN) 2012 yang dimulai pada tanggal 2 Mei 2012, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2012 di Provinsi Sumatera Barat, bersama Gubernur Sumatera Barat Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, MSc., Ketua Umum HLUN 2012, sekaligus Ketua Umum PB PWRI, Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua PWRI Provinsi Sumatera Barat, H. Rusdi Lubis, SH, MMA dan Ketua Umum LK2S Sumatera Barat, Ibu Novi Irwan Prayitno, telah dilakukan serah terima bantuan alat permainan edukatif untuk PAUD, peralatan produksi untuk industri mikro kepada keluarga muda serta bantuan alat olah raga untuk para lansia. Penyerahan dukungan itu sekaligus menandai kepedulian dan pemberdayaan penduduk lansia terhadap tiga generasi anak bangsa.

LANSIA SURABAYA MENGEMBANGKAN PEMBERDAYAAN
Minggu lalu, Walikota Surabaya, Drs. Bambang DH, MPd., mengadakan kunjungan dan bincang-bincang dalam rekaman dalam acara "Semanggi" untuk TVRI stasiun Surabaya. Rekaman acara yang disiarkan dalam bulan Puasa selama satu setengah jam tersebut menggelar kegiatan penduduk lanjut usia dari Kelurahan Ngagel Mulyo, Surabaya. Pilihan pada kelurahan ini didasari pada kenyataan bahwa kelompok lansia di kampung ini mula-mula berkumpul dalam kegiatan Posyandu di kampungnya.

Karang Wreda Ngagel Rejo Harumkan Indonesia
Tua berguna dan berkualitas. Ungkapan yang dikemukakan Prof Dr Haryono Suyono Wakil Ketua I Yayasan Damandiri saat menggelar dialog Semangat Menggapai Inspirasi (Semanggi) yang disiarkan langsung oleh TVRI Surabaya ini memang sepadan dengan kontribusi masyarakat lanjut usia di Surabaya dalam mendukung terlaksananya berbagai program pemerintah.
Selengkapnya...PDF

Gangguan Masalah Mental pada Lansia Dapat Dicegah
Usia lansia bukan hanya dihadapkan pada permasalahan kesehatan jasmaniah saja, tapi juga permasalahan gangguan mental dalam menghadapi usia senja. Sejalan dengan semakin baiknya status kesehatan masyarakat, usia harapan hidup masyarakat Indonesia juga semakin tinggi, sehingga mengakibatkan jumlah lansia juga semakin bertambah

Lansia Pergeri Depok Ajak Silaturahmi
Lansia Pergeri Depok Ajang Silaturahmi & Tukar Informasi Para Lansia Lanjut Usia Perhimpunan Gerontologi Indonesia (Lansia Pergeri) Depok, adalah organisasi berbasis massa di bawah Perhimpunan Gerontologi Indonesia (Pergeri) Cabang Kota Depok. "Ia menjadi ajang silaturahmi dan tukar informasi para lanjut usia yang menjadi anggotanya," tutur Drs H Ansor Fahiem dalam percakapan khususnya dengan Gemari di Sasana Senam Lapangan Manggis, Depok pekan lalu. "Mereka bertemu dan bercanda dengan teman seperjuangan atau teman satu profesi dalam komunitas barunya!"
Selengkapnya...pdf

Lansia Subang Aktif Senam Pernafasan
Senam seni pernafasan ternyata cukup baik untuk penduduk lanjut usia (lansia). Di Subang, Jawa Barat, kegiatan ini terbukti bisa meringankan penyakit degeneratif yang umumnya banyak diderita para lansia. Terutama bila senam pernafasan yang dilakukan ini dilaksanakan secara rutin, tubuh yang sehat bisa didapat.
Selengkapnya...PDF

PPAU Siap Bangun Posdaya
Hampir sepertiga keluarga di Indonesia punya lansia. Mereka harus diikutsertakan dalam pembangunan. Jangan biarkan mereka termarginal, karena negara masih membutuhkan peran dan sumbangsih mereka mengisi pembangunan.
Disadari atau tidak penduduk lansia saat ini canggih-canggih. Tingkat pendidikan tinggi, cara hidup lebih pragmatis, tuntutannya lebih luas dan tinggi, bahkan butuh pelayanan pribadi. Hal ini tentu saja berbeda dengan penduduk lansia tahun 70-an, di mana tingkat pendidikan masih rendah dan lebih dari 80 persen tinggal di pedesaan.
Selengkapnya pdf

Panti Wredha Budi Darma Optimalkan Pelayanan
Kondisi Panti Wredha Budi Darma Di Kota Yogyakarta khususnya bangunan sudah lama dengan fasilitas seadanya. Namun pengelola panti selalu berusaha menciptakan kenyamanan antara lain dengan menjaga kebersihan lingkungan. Menjaga dan merawat lansia yang sedang menderita sakit dan diusahakan mereka selalu dalam pengawasan petugas walau jumlah petugas sangat terbatas. Panti Wredha Budi Darma saat ini hanya mampu menampung 60-an lansia sehingga siapa yang mau masuk harus antri dulu. Untuk ruang isolasi atau tempat merawat lansia yang sakit hanya tersedia 7 tempat tidur.
Selengkapnya pdf

Susu Cegah Stroke
Berdasarkan hasil penelitian di Amerika Serikat yang dipublikasikan majalah ilmiah New Scientist, segelas besar susu sehari (kurang lebih setengah liter) dapat mencegah terjadinya serangan stroke dan mengurangi risikonya di kalangan para lansia.

5 SIKAP MEMPEROLEH KETENANGAN BATIN BAGI LANSIA
Imej yang berlaku di masyarakat bahwa lansia (lanjut usia) sulit diberdayakan, tidak selalu benar. Masih banyak lansia yang berkiprah mandiri dan berdaya guna bagi orang lain. Contohnya, kehidupan masyarakat lansia di kelurahan Kayumanis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Sikap kondusif masyarakat sekitar, cukup mendukung mereka untuk tetap berkarya dengan membuat boneka ondel-ondel, tutup saji, taplak, daster, kue kering serta usaha catering.


Acara Semanggi TVRI Surabaya Angkat Lansia
"Semanggi....Mandiri Rekk!" Gema suara lantang yang memenuhi studio TVRI Surabaya ini bukan teriakan anak muda, tapi orangtua yang masih tetap berjiwa muda. Dipandu oleh Prof Dr Haryono Suyono mewakili generasi tua dan presenter muda Siti Fauziah alias Sifa, acara talkshow Semanggi yang tayang dua minggu sekali di Surabaya ini terlihat memukau.

Selengkapnya...PDF


Siapkan Program Pemberdayaan Lansia Sejak Usia 50
Melalui momentum peringatan Hari Ulang Tahun Korpri ke-38 pada akhir Nopember 2009, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Drs H Muhaimin Iskandar, MSi mengajak seluruh pegawainya di lingkungan Depnakertrans untuk terus melakukan refleksi dan evaluasi menjelang masa purna tugas, sehingga bisa terus memberi kontribusi bagi kualitas pelayanan masyarakat. Ajakan tersebut ditindaklanjuti Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono yang ditunjuk sebagai pembicara kunci dalam acara silaturahmi dan pelepasan purna tugas PNS Depnakertrans dan HUT Korpri ini, untuk menghidupkan pemberdayan rakyat.
Selengkapnya...PDF

Menyegarkan Budaya Hidup Gotong Royong
Para pembaca yang budiman,

Dimulai pada Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2012, banyak organisasi masyarakat, utamanya organisasi sosial yang tergabung dalam DNIKS dan para lansia yang tergabung dalam PWRI, bersama komponen pembangunan lain mempersiapkan Hari Lanjut Usia Nasional 2012 tanggal 29 Mei 2012, dengan mendukung peningkatan kepedulian terhadap harmoni, pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan tiga generasi. Para lansia di Indonesia jumlahnya mencapai lebih dari 20 juta jiwa tidak mau sekedar secara kebetulan menjadi lansia, duduk-duduk manis menunggu panggilan Tuhan Yang Maha Esa, tetapi tetap segar dan tegar ikut membantu pembangunan jiwa gotong royong antar generasi demi mempertahankan dan mengisi kemerdekaan, serta mengantar anak cucunya menuju masa depan yang sejahtera.
Selengkapnya pdf

Kesempatan Kedua melalui Posdaya

Seminar Silver College yang berlangsung di Gedung Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah pada Oktober 2007 lalu, menampilkan tiga pembicara yaitu Prof Dr H Haryono Suyono, Prof Ir Eko Budihardjo dan Prof DR Agnes Widanti. Ketiganya memberikan paparan kepada peserta lansia untuk siap meraih kesempatan kedua di masyarakat.


KEGIATAN WAKIL KETUA I YAYASAN DAMANDIRI JULI 2004 (Prof DR Haryono Suyono)
Jumat, 2 Juli 2004
Seminar Sehari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Yogyakarta


Selasa, 6 Juli 2004
Seminar Lansia Bertempat di gedung Granadi Jakarta


Kamis, 8 Juli 2004
Diskusi Roundtable IPADI di Jakarta


Selasa, 13 Juli 2004
Peluncuran KB Mandiri di Malang Jawa Timur


Plengkung Gading TVRI Yogyakarta
Momentum Bangkitnya Lansia Indonesia

Keberadaan lanjut usia (lansia) Indonesia ternyata mayoritas masih produktif, sehat dan bermanfaat bagi sesamanya. Maka ungkapan peduli lansia tidak lagi relevan disematkan kepada lansia Indonesia saat ini. Karena lansia Indonesia telah berikrar untuk peduli kepada tiga generasi. Lansia peduli balita, remaja dan keluarga muda serta lansia peduli sesama lansia. Itulah tema yang diusung dalam acara Plengkung Gading pada Jum’at, 18 Mei 2012 lalu yang disiarkan langsung TVRI Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rematik hingga Patah Tulang Serang Lansia
Penyakit yang cukup mengganggu para Lanjut Usia (lansia) dan seringkali terjadi adalah sakit atau terasa linu di sekitar persendian yang sering disebut rematik. Sakit di persendian itu antara lain di lutut, bahu, pergelangan tangan atau pinggang bawah.

KEBERHASILAN PEMBANGUNAN SEBABKAN JUMLAH LANSIA MENINGKAT
Akibat keberhasilan pembangunan, khususnya pelayanan perbaikan kesehatan dan keluarga berencana (KB), selain menyebabkan angka fertilitas total menurun dari 5,6 (awal 1970-an) menjadi 2,8 anak (tahun 1990-an) tapi juga mengakibatkan peningkatan jumlah penduduk lansia 26,4 persen.

Kesempatan Kedua melalui Posdaya
Seminar Silver College yang berlangsung di Gedung Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah pada Oktober 2007 lalu, menampilkan tiga pembicara yaitu Prof Dr H Haryono Suyono, Prof Ir Eko Budihardjo dan Prof DR Agnes Widanti. Ketiganya memberikan paparan kepada peserta lansia untuk siap meraih kesempatan kedua di masyarakat.

Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF

Hormati dan Hargai Generasi Sebelumnya
Menjadi tua tidak berarti menjadi beban bagi anak dan cucu, sehingga tercipta jurang generasi. Komunikasi yang salah kaprah ini terkadang muncul di sebagian keluarga, sehingga memandang perlu keberadaan panti lansia. Makna peringatan Hari Lanjut Usia (HLUN) yang jatuh pada 29 Mei lalu, menjadi momentum tersendiri bagi Panti Tresna Wreda yang berada di bawah naungan Yayasan Ria Pembangunan, untuk selalu menciptakan kedekatan para lansia dengan anak cucunya.
Selengkapnya...pdf

MENGANTISIPASI LANSIA DI KOTA BESAR
Transisi demografi yang sangat cepat di negara-negara berkembang telah mengakitatkan perubahan struktur penduduk secara drastis. Penduduk usia di bawah limabelas tahun cenderung tetap dan secara proporsional jumlahnya makin mengecil dibandingkan penduduk yang usianya lebih tinggi. Penduduk di atas usia 15 tahun dan di bawah 65 tahun makin membengkak karena pertumbuhan penduduk anak-anak peninggalan masa lalu. Begitu juga penduduk di atas usia 60 tahun, atau di atas usia 65 tahun. Penduduk usia ini dikenal sebagai penduduki lanjut usia yang tumbuh dengan kecepatan paling tinggi.



Memperkenalkan Senam Keluarga
Para pembaca yang budiman,
Selama bulan September, suasana politik di tanah air penuh dengan kemeriahan yang hangat menyambut Presiden dan Wakil Presiden baru yang Insya Allah dilantik pada tanggal 20 Oktober bulan ini. Pada tanggal 1 Oktober, di Wonosobo, dilakukan kegiatan peringatan Hari Lansia Internasional. Oleh karena itu, dalam suasana Hari yang bersejarah itu, kita gembira bahwa salah satu tokoh nasional yang telah lanjut usia, berusia diatas 60 tahun, yaitu Bapak Jusuf Kalla, dilantik menjadi Wakil Presiden RI. Kepada kedua tokoh yang menjadi Presiden dan Wakil Presiden kita ucapkan selamat dan kepada Bapak SBY dan Bapak Budiono yang memimpin bangsa ini selama sepuluh tahun kita ucapkan selamat juga semoga melanjutkan dharma baktinya sebagai lansia seperti layaknya lansia lain yang peduli terhadap tiga generasi.


WAPRES CANANGKAN GERAKAN NASIONAL LANSIA PEDULI
Dalam suatu pertemuan di Istana Wakil Presiden RI, yang dihadiri oleh Menko Kesra, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Kepala BKKBN, wakil-wakil organisasi sosial dan kemasyarakatan seperti LLI, Among Lansia, PWRI, Persatuan Purnawirawan TNI dan Polri, Para Ketua Komda Lansia dari daerah-daerah, yang umumnya dijabat oleh Wakil Gubernur, Wakil Bupati/Walikota, serta tidak kurang dari 400 orang penduduk lanjut usia, Wakil Presiden RI, Prof. Dr. Boediono, mendeklarasikan Gerakan Nasional Lansia Peduli.

Partisipasi Lansia dalam Posdaya
Pertumbuhan jumlah penduduk lanjut usia Indonesia akan meningkat jumlahnya setara dengan jumlah penduduk usia muda pada 2050, yaitu sebesar 50 juta. Apabila tidak ada upaya memberdayakan penduduk lansia, keberadaan mereka bisa menjadi beban dan semakin tersisih dari kehidupan bermasyarakat. Kita pasti tidak menginginkan hal ini terjadi. Dalam upaya mencari model tepat bagi pemecahan masalah-masalah lansia, pada 11 Juni 2007 telah digelar Workshop Internasional yang menghadirkan ahli-ahli kependudukan nasional maupun internasional.
Selengkapnya...PDF
Selengkapnya...PDF

Posdaya Tangani Permasalahan Lansia
Lansia adalah guru mulia bagi kita. Lansia guru yang tak bisa terlupakan. Karena telah memberikan pondasi bagi generasi yang lebih muda. Berkat pemberian pondasi yang baik dari lansia itu, menjadikan kita menjadi generasi yang baik. Untuk itu, Posdaya ikut memberi perhatian dan menangani permasalahan yang dihadapi lansia.
Selengkapnya pdf

Ibu Negara Apresiasi Lansia
Terus Produktif dan Berbuat Baik

Tema peringatan Hari Lansia Nasional bertajuk ”Peduli Membangun Harmoni Tiga Generasi” dinilai Ibu Negara Ani Yudhoyono sangat memotivasi dan memberikan energi besar kepada lansia. Tujuannya tak lain, agar para lansia tetap produktif dan menghasilkan karya bagi bangsa dan negara.
Selengkapnya pdf

Video Selengkapnya

Pertumbuhan Lansia Sangat Cepat
Memperingati Hari Lanjut Usia Nasional 2009, panitia pusat menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang luar biasa, ada dalam bentuk seminar, diskusi dan masih banyak lagi kegiatan yang dilakukan. Kegiatan tersebut bukan saja diikuti oleh para lansia, tetapi kaum remaja pun tidak ketinggalan turut meramaikan suasana peringatan Hari Lansia tahun ini.
Selengkapnya...PDF

Lansia Bangun Persatuan Bangsa
Pesatnya perkembangan lansia saat ini ternyata masih memegang peranan penting bagi bangsa ini. Jumlahnya yang sekitar 23 juta jiwa menjadi asset berharga bagi mewujudkan cita-cita pembangunan negeri ini. Pandangan tentang peduli lansia harus dibuang jauh-jauh. Karena saat ini saatnya lansia peduli harmonisasi tiga generasi bersama-sama membangun ibu pertiwi.
Selengkapnya pdf

Ketua BK3S DI Yogyakarta
Lansia Menjadi Perhatian BK3S Di Yogyakarta

BK3S DI Yogyakarta, memberi perhatian khusus terhadap masalah lanjut usia. BK3S DI Yogyakarta menganggap bagaimanapun kondisinya Lanjut Usia (Lansia) pernah berjasa bagi golongan yang lebih muda. Namun kenyataan menunjukkan banyak lansia belum dapat menikmati hari tuanya dalam suasana menyenangkan atau sejahtera, dikarenakan berbagai sebab. Berbagai kegiatan dilakukan BK3S DIY bekerja sama dengan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan lansia.
Selengkapnya...PDF

Posdaya Masjid Baiturrahman, Sleman, DIY
Berdayakan Lansia dan Bantu Biaya Pendidikan Siswa

Sebagai tempat melaksanakan ibadah kepada Allah, keberadaan Masjid Baiturrahman yang dibangun oleh Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila untuk masyarakat Klidon Sukoharjo Ngaglik Sleman, DI Yogyakarta, ternyata mempunyai banyak kegiatan untuk memakmurkan masjid salah satunya dengan pembentukan Posdaya.
Selengkapnya...PDF

Lansia Peduli 3 Generasi di Kapal KM Labobar
Jambore Nasional (Jamnas) Lansia tahun 2013 kali ini digelar di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Acara yang berlangsung dari 4 sampai dengan 16 Mei 2013 lalu ini diikuti 263 peserta. Yang menarik, walaupun usia mereka tidak muda lagi, mengawali perjalanannya menuju Raja Ampat dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Itulah sebagai bukti, Lansia Peduli Harmonisasi Tiga Generasi, yaitu lansia peduli anak balita, remaja dan keluarga muda serta lansia peduli sesama lansia. Perjalanan selama empat hari menuju Kabupaten Raja Ampat dengan menggunakan Kapal KM Labobar ini mereka lalui dengan penuh suka cita.

Potensi dan Kekuatan Lansia Luar Biasa
Sungguh membanggakan, apabila kita memperhatikan adanya peningkatan usia harapan hidup penduduk Indonesia akhir-akhir ini. Kalau pada tahun 1970-an, usia harapan hidup penduduk Indonesia kurang dari 50 tahun, saat ini telah mencapai hampir 70 tahun, bahkan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Bandung dan kota-kota lain di Indonesia, usia harapan hidup penduduknya bisa diatas 73 tahun, bahkan lebih dari itu. Hal ini merupakan salah satu indikator keberhasilan bangsa Indonesia dalam program pembangunan, khususnya pembangunan bidang pendidikan, kesehatan dan keluarga berencana.
Selengkapnya pdf

Dari Rumah Membangun Pemahaman
Lansia Peduli Generasi Muda

Keluarga merupakan tempat terbaik untuk mengenalkan proses tumbuh kembang perjalanan manusia dari dalam kandungan hingga lansia. Melalui keluarga, anak-anak muda mendapat masukan-masukan bagaimana menghargai dan mengapresiasi orang-orang tua termasuk para lansia baik yang ada di dalam lingkungan keluarga mau di luar rumah.
Selengkapnya pdf

KETAWA MEMPERPANJANG USIA
Satu paket ketawa, suatu hiburan yang tidak perlu keluar uang, bisa menambah sistem kekebalan (immune system) selama duapuluh empat jam. Sebaliknya suatu paket kemarahan bisa mengurangi sistem kekebalan manusia sampai enam jam. Demikian pendapat seorang komedian terkenal Bea Fella, yang biasa dipanggil Bea Funny, dari Amerika Serikat. Bea Funny, yang minggu lalu tampil memukau memperoleh applaus ledakan ketawa gegap gempita tanpa reda dari penonton warga senior, kebanyakan berusia diatas 55 tahun, yang berkumpul menjejali ruang pertemuan terhormat di Hotel Quality Inn, Nebraska, Amerika Serikat.

LANSIA PEREMPUAN GELAR NIKAH MASSAL
Awal Maret lalu, aula kantor Kelurahan Bintara Kecamatan Bekasi Barat, Jawa Barat, ramai dikunjungi pasangan-pasangan suami-istri beserta anaknya yang ingin dinikahkan lagi secara resmi oleh Kantor Urusan Agama (KUA). Intinya, mereka ingin mendapatkan akte nikah yang diperlukan untuk kelanjutan generasi berikutnya. Acara ini terbilang unik, karena keseluruhan acara dan ide dasar dikoordinasi oleh para lanjut usia (lansia) yang mayoritas adalah perempuan.



Gerakan Lansia Peduli
Memberi Semangat Baru

Akhir tahun lalu, dalam pertemuan di Istana Wakil Presiden RI, yang dihadiri oleh Menko Kesra, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Kepala BKKBN, wakil-wakil organisasi sosial dan kemasyarakatan seperti LLI, Among Lansia, PWRI, Persatuan Purnawirawan TNI dan Polri, Para Ketua Komda Lansia dari daerah-daerah, yang umumnya dijabat oleh Wakil Gubernur, Wakil Bupati/Walikota, serta tidak kurang dari 400 orang penduduk lanjut usia, Wakil Presiden RI, Prof Dr Boediono, mendeklarasikan Gerakan Nasional Lansia Peduli. Pencanangan tersebut memberi semangat kepada seluruh anak bangsa untuk menyongsong tahun baru 2012 bekerja cerdas dan keras mengentaskan kebodohan dan kemiskinan melalui pemberdayaan paripurna oleh dan untuk seluruh anak bangsa.
Selengkapnya pdf

Posdaya Rambah Kota Pramuka Purworejo
Posdaya gagasan Prof Dr Haryono Suyono kini mulai merambah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Melalui pengurus Hipprada Cabang Purworejo, Kota Pramuka ini terus mengentaskan kemiskinan, termasuk perbaikan gizi balita dan kesejahteraan para lansia.
Himpunan Pandu dan Pramuka Wredha (Hipprada) Cabang Purworejo, Jawa Tengah, boleh jadi pelopor dalam menggerakkan masyarakat pada kegiatan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya), yang kini makin dikenal luas di Kabupaten Purworejo. Diawali "Posdaya Jambu" di RW 10 Kampung Suronegaran, Kelurahan Purworejo, Kecamatan dan Kabupaten Purworejo, desa-desa lainnya mengikuti jejak "Posdaya Jambu".
Selengkapnya...pdf

Harmoni Tiga Generasi, Ciptakan Lansia Peduli
Musuh orang pensiun adalah kurang melatih otak untuk berpikir. Itu sebabnya para pensiunan diharapkan terus mengasah fungsi otaknya dengan kegiatan-kegiatan positif. Karena pada dasarnya masih banyak kemampuan terpendam yang belum tersalurkan.
Selengkapnya pdf

OST (Observasi Study Tour) Posdaya Berbasis Masjid Daerah Istimewa Yogyakarta 16-20 Juli 2007 dalam Gambar
Suasana Ruang Pertemuan Observasi Study Tour 16-20 Juli 2007 (OST) di Yogyakarta

MEMPERLAKUKAN LANSIA SECARA TERHORMAT
Hari ini, 29 Mei 2010, kita memperingati Hari Lansia Nasional. Di desa Palingan, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo, DI Yogyakarta, dalam kegiatan Posdaya yang sudah dibentuk di semua desanya, lansia diperlakukan secara terhormat. Mereka tidak "dimanja" atau "dihukum" untuk tinggal di rumah, tetapi bersama generasi muda lainnya ikut kegiatan pemberdayaan keluarga melalui Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Gerakan itu dilakukan secara rutin, seperti awal minggu ini, secara mendadak (adhoc), karena Posdaya desanya menyatakan diri sebagai Pusat Pelatihan Posdaya Pedesaan, harus menerima tamu yang belajar tentang pemberdayaan keluarga.

MENDIDIK ANAK BANGSA HIDUP BERSAMA UNTUK MAJU
Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2012, Gubernur Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, MSc. menggelar suatu acara yang sekaligus mewarnai upaya untuk mendidik anak bangsa menyegarkan persatuan, kesatuan dan budaya gotong royong untuk membangun dan maju bersama. Acara ini sekaligus mengawali rangkaian acara pendidikan untuk membudayakan perhatian dan kecintaan terhadap sesama untuk mengentaskan kemiskinan dan mengantar pembangunan keluarga sejahtera. Karena kecintaan terhadap sesama itu, maka peringatan Hari Pendidikan Nasional 2012 dikaitkan dengan upaya merangsang kepedulian, harmoni dan pemberdayaan terhadap tiga generasi, yaitu generasi anak-anak, remaja dan pemuda serta penduduk lanjut usia menyongsong Hari Lanjut Usia Nasional 2012. Upaya menyegarkan kembali budaya gotong royong sesama anak bangsa.

Pembentukan Posdaya Masjid Jamal
Dilaksanakannya Posdaya Berbasis Masjid yang dibangun Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila (YAMP), sebagai upaya melakukan transformasi sosial melalui pengembangan budaya gotong-royong masyarakat. Upaya itu dilakukan agar peduli dan mau membantu keluarga yang masih tertinggal atau prasejahtera akibat gempa 27 Mei 2006 lalu.
Selengkapnya...PDF

LANSIA SEBAGAI KEKUATAN PEMBANGUNAN
Tahun ini Hari Lansia Nasional diperingati oleh berbagai organisasi sosial kemasyarakatan dalam waktu yang tidak serentak. Kebijaksanaan itu sengaja dilakukan. Ada alasan yang menarik untuk itu. Tahun ini secara bergiliran Menteri Sosial RI menyerahkan pimpinan pelaksana Peringatan Hari Lansia Nasional itu kepada salah seorang anggota Pengurus Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejatheraan Sosial (DNIKS), yaitu dr. Damanhuri dan menempatkan Ketua Umum DNIKS sebagai Penasehat Panitia. Dalam suatu pertemuan, dengan kesadaran akan kenyataan bahwa perhatian terhadap masalah lansia masih sangat rendah, dan dianjurkan agar perhatian terhadap masalah lanjut usia dapat didongkrak. Acara peringatan dipergunakan untuk mengembangkan kesadaran dan perhatian terhadap potensi lansia. Karena itu perlu ditingkatkan kesadaran oleh berbagai organisasi sosial dalam rangkaian peringatan Hari Lansia Nasional tahun ini. Pengembangan komitmen itu merupakan modal untuk membangun budaya cinta lansia serta workfare community yang menghargai partisipasi lansia dalam pembangunan.

REVITALISASI DAN PENGEMBANGAN POSYANDU MANDIRI
WADAH PEMBANGUNAN MANUSIA YANG
BERIMAN DAN TAQWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA, BERMUTU, INOVATIF, DINAMIS DAN PEDULI ANAK BANGSA
MENEMPATKAN MANUSIA SEBAGAI TITIK
SENTRAL PEMBANGUNAN,
BERORIENTASI STRATEGI KEPADA MANUSIA SEJAK DALAM JANIN SAMPAI LANSIA




MEMBANGUN LANSIA BERSAMA MASYARAKAT
Minggu lalu di Surabaya, memenuhi undangan Walikota Surabaya, Drs. Bambang DH., MPd., tidak kurang dari 400 perserta telah mengikuti Seminar Nasional tentang pemberdayaan lansia berbasis masyarakat. Pertemuan yang antara lain disiapkan bersama oleh Dr. Pujoraharjo dari Yayasan Damandiri dan Dr. Sunarjo dan kawan-kawan dari LIPM ini dihadiri pula oleh ahli-ahli PBB dari berbagai negara yang berkantor di Bangkok, Ahli-ahli dari Lembaga Asian Urban Information Center of Kobe atau AUICK dari Jepang dan lembaga-lembaga lansia tingkat pusat dan propinsi. Pengembangan program pemberdayaan lansia berbasis masyarakat ini dilaksanakan sejalan dengan upaya pengembangan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di tingkat pedesaan yang diharapkan bisa menjadi forum silaturahmi keluarga dan masyarakat yang peduli terhadap anak bangsa di pedesaan.

Jadikan Lansia Aset Potensial Pembangunan Bangsa
Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia merupakan keberhasilan pembangunan. Menurunnya angka kelahiran dan kematian diiringi dengan meningkatnya angka harapan hidup menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia meningkat tajam. Berdasarkan hasil Sensus 1971 jumlah penduduk lanjut usia (60 tahun ke atas) di Indonesia baru sekitar 5,3 juta (4,5 Persen) namun pada tahun 2000 angka tersebut meningkat tajam lebih dari tiga kali yaitu 14,4 juta jiwa.
Meskipun secara prosentase masih tergolong rendah dibanding negara maju, namun karena jumlah populasi penduduk Indonesia cukup besar menyebabkan jumlah lansianya menjadi besar dan menjadi problem bagi negara.
Selengkapnya...PDF

PENSIUNAN "RAJA" BERKUNJUNG KE RAJA AMPAT
Selama satu minggu sampai hari ini, dengan puncak acara pada Hari Jum'at tanggal 9 Mei lalu, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke 10 Kabupaten Raja Ampat, sekitar 400 tokoh-tokoh lanjut usia dari seluruh Indonesia, yang dikoordinasikan oleh Dr. Djoko Rusmoro, MPA, salah satu anggota Pengurus PWRI Pusat, juga atas nama DNIKS, atau Paguyuban Lansia Peduli, serta kawan-kawannya, telah melakukan kunjungan wisata kerja ke Kabupaten Raja Ampat di Provinsi Papua Barat. Kunjungan itu mendapat dukungan dari Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif yang menerima rombongan beberapa hari sebelum berangkat ke Kabupaten Raja Ampat.

MERUBAH PANDANGAN TENTANG PENDUDUK LANSIA
Dalam suasana Hari Lansia Nasional 2012, Presiden SBY melantik dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH, yang sudah lansia, menjadi Menteri Kesehatan RI menggantikan almarhumah dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH. yang mengundurkan diri dan meninggal dunia karena sakit. Penggantian pejabat tingkat Menteri dengan seseorang yang tergolong lansia itu sesuai dengan semangat Hari Lansia Nasional 2012 yang mengusung moto “Lansia Peduli Harmonisasi dan Pemberdayaan Tiga Generasi” yang diperingati secara nasional di Istana Negara bersama Ibu Negara, Ibu Ani Yudhoyono, dalam suasana penuh kehangatan.

Pentingnya Pemberdayaan Lansia Potensial
Kemajuan di bidang kesehatan, meningkatnya sosial ekonomi dan pengetahuan masyarakat yang bermuara dengan meningkatnya kesejahteraan rakyat dan usia harapan hidup menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Jika pemerintah dan berbagai program pembangunan tidak mengantisipasi keadaan ini maka keberadaan lansia akan menjadi masalah tersendiri.
Selengkapnya...pdf

WASPADA DI HARI LANJUT USIA
Dalam rangkaian Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2012, sekaligus memperingati jasa Almarhumah Ibu Kardinah Supardjo Rustam yang selama hidupnya banyak bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan, terakhir sebagai pembina Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) dan Almarhum Laksamana TNI (Purn) HM Soedomo, terakhir sebagai Ketua Umum Yayasan Stroke Indonesia, pada tanggal 6 Mei yang lalu diadakan kuliah umum tentang bahaya stroke di Haryono Suyono Center di Jakarta. Kuliah Umum itu akan diulang di beberapa kota lain di Indonesia, antara lain di Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta.

Prof Haryono Ajak Lansia Buat KMS
Pertemuan Nasional Penguatan Kesejahteraan Lanjut Usia dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional 2011 ditutup dengan arahan singkat Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono. Acara ini berlangsung di halaman sekolah SMP Negeri 48, Bandung, Jawa Barat, sekaligus pencanangan pohon sengon di Kecamatan Rancasari, Bandung. Kecamatan yang dipimpin seorang camat wanita ini rencananya akan diundang Yayasan Damandiri untuk diberikan pelatihan tentang Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di Jakarta pada akhir Juni 2011.
Selengkapnya...pdf

Memperingati Hari Lansia Sedunia
Minggu lalu, di Alun-alun Wonosobo yang berhawa sejuk, dihadiri lebih dari 5000 peserta lansia dan keluarganya dari seluruh Indonesia, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Drs. Heru Sujatmiko, atas nama Gubernur Jateng, memimpin Peringatan Hari Lansia sedunia. Bertindak sebagai tuan rumah Wakil Bupati Wonosobo, Ibu Maya Rosida, mewakili Bupati yang sedang dinas di Jakarta, dengan ramah dan cekatan, menggelar acara olah raga Senam Keluarga Indonesia berbasis Senam Tera sebagai olah raga yang sehat dan meriah. Hadir pula Dutabesar atau wakil-wakilnya dari tujuh Negara sahabat menikmati udara, pemandangan alam dan matahari terbit yang mempesona serta kehangatan para lansia yang dengan wajah segar dan senyum tiada henti mensyukuri nikmat usia panjang yang banyak manfaatnya.

Perlu Ada Kementerian Pemberdayaan Keluarga
Meskipun Indonesia memiliki banyak kebijakan pembangunan keluarga, namun keluarga belum sepenuhnya menjadi basis kebijakan publik. Tetapi ada beberapa negara yang tidak memiliki kebijakan publik, mereka sangat konsen terhadap keluarga. Unsur terpenting dari semua itu adalah bagaimana semua pelaku kebijakan konsen terhadap kehidupan keluarga. Itu sebabnya diperlukan kementerian yang tepat untuk menangani hal ini.

Ledakan Lansia Menjadi Tantangan Segera
Akhir bulan lalu, tepatnya tanggal 29 Mei 2010, Indonesia memperingati Hari Lansia Nasional tahun 2010. Peringatan kali ini, seperti peringatan di masa lalu, berjalan relatip sepi dengan sedikit sekali greget yang menarik. Padahal dunia sedang dilanda oleh "banjirnya" lansia akibat perubahan struktur penduduk dunia akibat program KB dan kesehatan di masa lalu yang berhasil. Salah satu yang menarik adalah didirikannya beberapa "Silver College" oleh IPB di Bogor dan Haryono Suyono Institute di Jakarta.
Selengkapnya...pdf

5 Konsep DNI-KS Bekerja Sama Pemerintah
Usia lansia bukan hanya dihadapkan pada permasalahan kesehatan jasmaniah saja, tapi juga permasalahan gangguan mental dalam menghadapi usia senja. Sejalan dengan semakin baiknya status kesehatan masyarakat, usia harapan hidup masyarakat Indonesia semakin tinggi, sehingga mengakibatkan jumlah lansia juga semakin bertambah.

5 Konsep DNI-KS Bekerja Sama Pemerintah
Usia lansia bukan hanya dihadapkan pada permasalahan kesehatan jasmaniah saja, tapi juga permasalahan gangguan mental dalam menghadapi usia senja. Sejalan dengan semakin baiknya status kesehatan masyarakat, usia harapan hidup masyarakat Indonesia semakin tinggi, sehingga mengakibatkan jumlah lansia juga semakin bertambah.

Mengubah Pandangan Tentang Penduduk Lansia
Dalam suasana Hari Lansia Nasional 2012, Presiden SBY melantik dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH, yang sudah lansia, menjadi Menteri Kesehatan RI menggantikan almarhumah dr Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr PH yang mengundurkan diri dan meninggal dunia karena sakit. Penggantian pejabat tingkat Menteri dengan seseorang yang tergolong lansia itu sesuai dengan semangat Hari Lansia Nasional 2012 yang mengusung moto “Lansia Peduli Harmonisasi dan Pemberdayaan Tiga Generasi” yang diperingati secara nasional di Istana Negara bersama Ibu Negara, Ibu Ani Yudhoyono, dalam suasana penuh kehangatan.

Kiat Tetap Sehat di Usia Senja
Bertambahnya usia seseoran anugrah Tuhan yang patut disyukui, bukan disesali. Beberapa perubahan yang terjadi tidak selalu berdampak buruk. Semua itu harus disikapi secara positif dan disiasati dengan baik. Berikut ini ada beberapa tips dari Dr Czeresna pada para lansia agar tetap sehat di usia senja:


MENGHARGAI PARA SESEPUH BANGSA
Kemarin bangsa Indonesia memperingati Hari Lanjut Usia Nasional 2009. Suasana peringatan Hari Lansia Nasional ini diwarnai oleh suasana kampanye calon Presiden dan Wakil Presiden RI masa bakti 2009-2014. Ada baiknya kesempatan ini dipergunakan oleh para calon Presiden dan Wakil Presiden untuk mengingat dan secara nyata memberi contoh penghargaan yang tulus kepada para sesepuh bangsa, para pahlawan kemerdekaan dan para pendahulu Presiden dan Wakil Presiden sebelumnya. Dengan sikap dan tingkah laku nyata itu kiranya para pemimpin bangsa akan memberi contoh yang sangat bagus dan terhormat untuk seluruh anak bangsa.



Lansia Tidak Pernah Pensiun
Semakin baik kualitas kesehatan para lanjut usia (lansia), semakin mereka panjang umur. Fenomena inilah yang belakangan ini banyak terjadi pada sejumlah lansia di Indonesia. Bahkan tidak sedikit, lansia yang terus mengabdi kepada bangsa dan negara ini dengan mengopeni sesama lansia yang “tak berdaya”, kalangan anak-anak dan dewasa, serta terlibat langsung dalam pembangunan dengan menjadi pendamping bagi anggota masyarakat di dalam Pos-pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Semua itu wujud harmonisasi dari Lansia Peduli Tiga Generasi.
Selengkapnya pdf

Posdaya Mewujudkan Pembangunan Berkeadilan
Untuk merealisasikan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000, Badan Diklat Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) Tingkat II Provinsi Jawa Timur Angkatan XXV, Tahun 2011, di Surabaya. Terkait hal itu, Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono belum lama ini diundang pada acara tersebut sebagai pembicara.
Selengkapnya pdf

PWRI Pelopor Lansia Peduli Tiga Generasi
Keberadaan lansia Indonesia ternyata masih memegang peranan penting bagi pembangunan bangsa ini. Jumlahnya yang sekitar 22 juta menjadi modal dalam membantu pemerintah guna meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekaligus menuntaskan target-target dan sasaran Millennium Development Goals (MDGs) pada 2015. Itulah sebabnya, dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang diperingati setiap 29 Mei, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jum’at, 18 Mei 2012 lalu menggelar Seminar HUT PWRI dan Lansia DI Yogyakarta Tahun 2012.
Selengkapnya pdf

BERTEKAD MENINGKATKAN IPM
Ratusan ranting PWRI Jawa Timur yang diwakili oleh Pengurus Cabang dari 38 Kabupaten/Kota yang dipimpin oleh Ketua Pengda Jatim, Drs. H. Soedjito, dengan ribuan anggota aktif, lansia muda usia dibawah 70 tahun, lansia dewasa usia dibawah 80 tahun dan lansia paripurna diatas usia 80 tahun, siap berkiprah membangun bangsa bersama rekan-rekan juniornya dibawah pimpinan Pak De Karwo di seluruh desa di Jawa Timur. Anggota PWRI yang terdiri dari mantan pegawai Pemda dan berbagai instansi lain dari Jawa Timur, atau dari Instansi lain di luar Jawa Timur yang pulang kampung ke Jawa Timur, menyatakan tekad tersebut dalam Musda PWRI yang berlangsung awal minggu ini di Surabaya.

SETIA KAWAN DALAM PERJUANGAN
Minggu lalu, secara berturut-turut ada dua peristiwa besar yang intinya adalah penggalangan kesetiakawanan sosial nasional berlangsung di Indonesia. Yang pertama adalah Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional 2011 yang diadakan di Yogyakarta. Yang kedua adalah diterimanya ratusan wakil-wakil penduduk lanjut usia oleh Wakil Presiden RI yang sekaligus merupakan puncak acara yang digelar para lanjut usia untuk mendeklarasikan Gerakan Nasional Lansia Peduli.

Page: 1 2 3 4 5 6 7 8 Next>
 

Gemari | KBI Gemari | Dharmais | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra


Home | Profil | Kontak Kami | Buku Tamu
Redaksi Damandiri : redaksi@gemari.or.id
Copyright © 2003 gemari.or.id
designed by Gemari Online